Archive for Juni, 2014

h1

Akhir Tragis Dongeng Spanyol

Juni 21, 2014

Ketika pada bulan Mei 2014 Real Madrid menjuarai Liga Champion Eropa dan Sevilla memenangi Liga Europa 2013/14, nama Spanyol kian berkibar sebagai penguasa sepak bola Eropa dan dunia. Los Blancos menang 4-1 atas tim sekotanya Atletico Madrid, sementara Sevilla menang adu penalti 4-2 atas Benfica (Portugal). Saat semifinal Liga Champion, tiga klub Spanyol (Madrid, Atletico, dan Barcelona) mengepung sang juara bertahan Bayern Muenchen (Jerman) yang takluk di tangan Madrid. Sebelum tampil di partai puncak Liga Europa, Sevilla menyingkirkan Valencia, sesama tim La Liga.

Real-Madrid-celebrate-2014-Champions-League-win

Sejumlah pemain Spanyol pun ikut menjadi bagian dari skuat Bayern Muenchen (Jerman), Manchester City (Inggris), dan Juventus (Italia) kala menjuarai liga lokal masing-masing, selain tentunya Los Colchorenos yang menjuarai Liga Spanyol. Maka tidak berlebihan, jika La Furia Roja masih menjadi salah satu tim unggulan di Piala Dunia 2014 Brasil. Spanyol merupakan juara bertahan Piala Dunia 2010 dan pemegang dua trofi Piala Eropa (2008 dan 2012). Di Brasil, Vicente del Bosque masih mengandalkan sebagian besar pemain yang membawa Tim Matador ke masa kejayaannya selama enam tahun terakhir.

Maka menjadi kejutan besar ketika Spanyol justru mesti kembali ke negaranya dengan sangat dini. Iker Casillas dkk kalah 1-5 dari Belanda (13/6) dan 0-2 dari Cili (18/6) dalam dua laga awal di Grup B. Sepasang kekalahan yang menjadi catatan terburuk yang dialami tim juara bertahan sepanjang sejarah Piala Dunia. Tapi ternyata bukan Spanyol belaka yang pernah mengalaminya. Perancis (2002) dan Italia (2010) pun kandas di fase grup setelah empat tahun sebelumnya memenangi Piala Dunia. Bagaikan ada kutukan tersendiri yang mendera sang kampiun.

Spanyol-vs-Belanda-4-640x360

Secara teknis tampaknya tiada yang salah dengan materi pemain Spanyol. Tidak ada pula cerita perpecahan di dalam tim. Tapi sesungguhnya bisa jadi mayoritas anak asuhan Del Bosque telah melewati masa kejayaannya. Iker Casillas, Sergio Ramos, Gerard Pique, Xabi Alonso, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Villa, dan Fernando Torres bisa dibilang sudah pernah merasakan semua trofi bergengsi yang didambakan setiap pemain sepak bola di muka bumi. Tidak hanya Piala Dunia dan Piala Eropa bersama timnas Spanyol, Casillas dkk pun pernah meraih juara liga lokal dan Liga Champion Eropa bersama klubnya masing-masing. Tampaknya cukup beralasan apabila para pemain senior Spanyol sudah tak lagi haus gelar dan kekurangan motivasi menjadi kampiun. Lagi pula pepatah lawas masih tetap berlaku : mempertahankan gelar juara selalu lebih sulit ketimbang meraihnya.

Del Bosque tampaknya masih terlalu percaya kepada mayoritas pemain yang menjadi anggota tim juara selama ini. Padahal gaya permainan tiki-taka lambat laun bisa dibaca oleh tim lawan. Bahkan telah banyak ditemukan formula anti tiki-taka. Para pemain senior pun sudah kian menurun kondisi fisiknya seiring bertambahnya usia, selain soal motivasi yang tak seperti dahulu kala. Apa lagi yang bisa diharapkan oleh Xavi dkk yang sudah pernah mendapatkan segalanya? Kegagalan Barcelona mendapatkan trofi apa pun musim 2013/14 kemarin laksana pertanda berakhirnya era kejayaan Spanyol. Perjumpaan Real Madrid dan Atletico Madrid di final Liga Champion justru membuat para pemain kedua klub masih dilanda kelelahan ketika bermain di Brasil. Lagi pula mereka yang membela Los Blancos dan Los Colchorenos mungkin telah mencapai klimaks permainannya saat menjadi juara bersama klubnya.

Spanyol Pulang_david-silva-diego-costa-sergio-busquets-andres-iniesta-xabi-alonso

Dongeng kejayaan sepak bola Spanyol boleh berakhir tragis di benua Amerika. Sejumlah nama tenar seperti Casillas, Alonso, Xavi, Torres, dan David Villa barangkali akan mengundurkan diri dari timnas setelah tiba di negaranya. Tapi bukannya harapan telah tertutup sama sekali. Timnas junior Spanyol dua kali berurutan menjuarai Piala Eropa U-21 (2011 dan 2013) dan Piala Eropa U-19 (2011 dan 2012). Artinya stok pemain muda berkualitas masih banyak tersedia untuk menggantikan posisi seniornya. David de Gea, Dani Carvajal, Isco, dan Alvaro Morata adalah sebagian nama yang potensial mengembalikan kejayaan La Furia Roja. Del Bosque sungguh bijak menyikapi kegagalan timnya. Menurutnya, ada banyak waktu di depan untuk berkaca dari kegagalan itu dan memutuskan sesuatu. Mereka perlu tetap tenang dan mencari yang terbaik untuk sepak bola Spanyol, termasuk dirinya sendiri. Selamat introspeksi dan evaluasi diri bagi Spanyol.

h1

Kostum Biru De Oranje

Juni 19, 2014

Belanda-Piala-Dunia-2014-Grup-B-Hari-Rabu-640x360

Belanda memastikan lolos menuju 16 besar Piala Dunia 2014 setelah meraih dua kemenangan atas Spanyol (5-1) dan Australia (3-2). Dua tim yang dikalahkan tim Oranye mesti lekas berkemas-kemas meninggalkan Brasil karena selalu kalah dalam dua laga. Cili dipastikan menjadi tim kedua dari Grup B yang melaju ke babak selanjutnya. Belanda versus Cili (23/6) menentukan posisi juara dan runner-up Grup B yang akan berhadapan dengan wakil Grup A.

Kemenangan meyakinkan Belanda atas Spanyol di laga perdana menjadi pembalasan atas kekalahan 0-1 di partai puncak Piala Dunia 2010. Adegan terbang Robin van Persie yang membuka keran gol ke gawang Iker Casillas menjadi sesuatu yang begitu fenomenal. Robin yang menjadi kapten akhirnya mencetak dua gol, demikian pula Arjen Robben. Satu gol lagi dibuat Stefan de Vrij yang merupakan gol debutnya untuk Belanda. Ketika mengandaskan Australia, Van Persie dan Robben kembali menambah koleksi golnya di Brasil, sementara gol Memphis Depay menentukan kemenangan tim besutan Louis van Gaal.

robin-van-persie-menyundul-bola

Ada sejumlah hal yang unik dari aksi Belanda di Brasil. Pertama, Arjen Robben dkk menjadi satu-satunya tim yang selalu tampil di Piala Dunia 2014 dengan pemain bernomor urut satu (1) hingga 11 sejak menit pertama, setidaknya dalam dua pertandingan. Starting line-up Belanda : 1.Cillessen, 2. Vlaar, 3.De Vrij, 4.Martins Indi, 5.Blind, 6.De Jong, 7.Janmaat, 8.De Guzman, 9.Van Persie, 10.Sneijder, 11.Robben.

Kemudian, meski memiliki julukan De Oranje, tapi dalam dua pertandingan awalnya di Brasil, Belanda justru tampil dengan kostum keduanya yang berwarna biru, dan kemenangan pun diraih dengan cemerlang. Akan sampai manakah langkah De Oranje di Negeri Samba? Apakah starting eleven yang dimainkan Van Gaal bakal terus bertahan? Apakah tim Oranye akan tetap berkostum biru? Dan mampukah Robin van Persie cs melampaui prestasi di Afrika Selatan 2010 dengan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya? Kita mesti terus menyimak Piala Dunia di Brasil dengan seksama.

* Opini ini dimuat di Harian BOLA Sabtu, 21 Juni 2014.

h1

Wakil Manchester United di Brasil

Juni 13, 2014

Manchester United boleh terpuruk sepanjang musim 2013/14. Terpaku di nomor tujuh klasemen akhir Liga Inggris dan nirgelar membuat Setan Merah bakal absen di Eropa musim depan. Namun demikian, para pemain klub yang bermarkas di Old Trafford itu nyatanya cukup banyak yang akan bermain di Piala Dunia 2014 Brasil. Tercatat empat pemain dipanggil Roy Hodgson memperkuat timnas Inggris, yaitu : Phil Jones, Chris Smalling, Wayne Rooney, dan Danny Welbeck. Jumlah itu masih lebih banyak ketimbang pemain Manchester City, sang juara EPL, yang hanya menyumbang Joe Hart dan James Milner. ManUtd hanya kalah jumlah dari Liverpool yang memasok lima pemain, yaitu : Glen Johnson, Jordan Henderson, Steve Gerard, Raheem Sterling, dan Daniel Sturridge.

jones smalling england

Selain empat pemain Inggris, terdapat 10 pemain Red Devils lainnya yang memperkuat negaranya masing-masing di Negeri Samba. Mereka adalah Javier ’Chicarito’ Hernandez (Meksiko), David de Gea dan Juan Mata (Spanyol), Robin van Persie (Belanda), Shinji Kagawa (Jepang), Patrice Evra (Perancis), Antonio Valencia (Ekuador), Luis Nani (Portugal), Marouane Fellaini dan Adnan Januzaj (Belgia).

juan mata + rvp

Meski tidak semua di antara mereka dipastikan menjadi pemain inti, namun setidaknya dua pemain -Van Persie dan Valencia- bertindak sebagai kapten tim di Piala Dunia 2014.
Penampilan kurang cemerlang selama bermain di klub musim kemarin kiranya mampu menjadi motivasi para pemain United untuk mencatat prestasi maksimal ketika menjadi duta bangsanya di Brasil.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.566/2014

h1

Tim Sepak Bola Sebuah Keluarga

Juni 13, 2014

Tim sepak bola benar-benar sebuah keluarga. Ada memberi dan menerima, kendati ada saja yang bekerja untuk dirinya sendiri. Tetapi sebagian besar dari mereka menjalani satu minggu untuk mendengar kabar dari rekan satu tim, apa yang mereka katakan, dan segala peristiwa yang terjadi pada rekan-rekan mereka ketimbang menunjukkan bahwa diri mereka ‘orang hebat’.
(Otto Rehhagel – pelatih Yunani saat menjadi juara Piala Eropa 2004)

h1

Belajar Memahami Maksud Tuhan

Juni 10, 2014

Kesatria cahaya telah belajar bahwa Tuhan memakai kesendirian untuk mengajar kita bagaimana hidup bersama orang lain.
Tuhan menggunakan kebosanan untuk menegaskan pentingnya petualangan dan spontanitas.
Tuhan memakai keheningan untuk mengajar kita menggunakan kata-kata secara bertanggung jawab.
Tuhan menggunakan kematian untuk memperlihatkan pada kita pentingnya kehidupan.
(Paulo Coelho)