Archive for Agustus, 2014

h1

Terkenang Malam 17 Agustus

Agustus 16, 2014

Tiba-tiba terkenang sebuah malam 17 Agustus sekian tahun silam. Seorang warga sepuh mengisahkan lelikuan hidupnya, mulai ikut berjuang pada awal revolusi kemerdekaan, menjadi tahanan politik efek peristiwa 1965, dan hidup dengan beban berat sesudahnya. Namun sepanjang hayatnya, beliau selalu menemukan banyak alasan yang membuatnya merasa beruntung. Beliau kini sudah tiada. Demi mengenangnya, tersuratlah sebuah cerita pendek yang -sepertinya cukup buruk karena- belum layak dimuat di media mana pun. Dan beginilah wujud kalimat pembukanya :

Bagaimanapun beratnya cobaan atau susahnya menjalani hidup, jika hati selalu bersyukur dan bersabar, serta benak memandang segala sesuatunya dengan baik, maka kehidupan pun tak segelap yang dibayangkan orang. Malah justru terang yang lebih kerap tampak dan dirasakan. Itulah pelajaran berharga yang kudapat dari Pak Joyo, seorang kakek yang merupakan tetanggaku. Kendati telah berusia delapan puluh tahun lebih, namun dengan tubuh kecilnya, beliau masih tampak gagah. Semangat hidupnya tetap menyala dalam senjakala usianya.

(Menjelang 17 Agustus 2014 – 69 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia)

Iklan
h1

Kebangkitan Personel Madrid

Agustus 16, 2014

Real Madrid sukses merengkuh Piala Super Eropa 2014 dengan menaklukkan Sevilla 2-0 di Stadion Cardiff City pada Selasa (12/8). Cristiano Ronaldo memborong dua gol memanfaatkan assist dari Gareth Bale dan Karim Benzema. Dalam laga sesama klub Spanyol tersebut, Carlo Ancelotti langsung menurunkan dua personel terbarunya -Toni Kroos dan James Rodriguez- di lini tengah Los Blancos sejak sepak mula. Bagi mereka berdua, Piala Super Eropa menjadi trofi pertama mereka bersama El Real. Untuk Kroos terasa istimewa karena baru Juli lalu dia turun penuh membela Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. James digantikan Isco sebelum laga usai, tapi setidaknya sudah mencatat debut cemerlang bersama klub barunya.

madrid juara piala super_DV1844001

Selain dua punggawa anyarnya yang merupakan bintang Piala Dunia 2014, mayoritas pemain Madrid sesungguhnya bernasib kurang baik di Brasil. Enam pemain yang menjadi starter saat melawan Sevilla pulang awal karena gagal di fase grup. Mereka adalah Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe, Fabio Coentrao, Luca Modric dan Ronaldo. Bemzema masih bermain hingga perempat final, sementara Dani Carvajal dan Bale tidak bermain di Piala Dunia.

Kemenangan atas Sevilla menjadi momentum kebangkitan bagi Casillas dkk. Bagi sang kapten, hal itu menjadi kredit poin bahwa dia masih bisa diandalkan sebagai kiper utama, meski sempat tampil buruk bersama Spanyol dan Keylor Navas sudah dihadirkan untuk bersaing dengannya. CR7 pun bisa melupakan kegagalannya saat membela Portugal. Bersama Los Merengues, dia membuktikan dirinya sebagai sang juara. Dua gol yang dicetaknya di Cardiff membuat mantan bintang Manchester United itu kini mengoleksi 70 gol di pentas antarklub Eropa. Rekor itu sejajar dengan milik Filippo Inzaghi (Juventus dan AC Milan) dan melampaui Lionel Messi (Barcelona) yang mengumpulkan 68 gol. Tinggal enam gol yang diperlukan Ronaldo untuk menyamai rekor Raul Gonzales (Real Madrid dan Schalke) yang masih menjadi pencetak gol terbanyak Eropa dengan 76 gol.

CR7 vs sevilla19-502

Setelah juara Liga Champion dan Copa del Rey musim lalu, Piala Super Eropa 2014 menjadi awal yang baik untuk Madrid mengawali musim baru. Masih ada lima trofi berikutnya yang menjadi target Los Merengues sepanjang musim 2014/15. CR7 dkk jelas berpotensi besar mewujudkannya. Hala Madrid!

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.576/2014.

h1

Keraguan dan Harapan untuk Milan

Agustus 13, 2014

Musim 2013/14 menjadi masa memprihatinkan bagi AC Milan. Meski Massimiliano Allegri telah digantikan Clarence Seedorf di tengah jalan, Rossoneri mengakhiri musim lalu di peringkat ke-8 dan gagal lolos dalam kejuaraan antarklub Eropa. Pihak manajemen memutus kontrak dengan Seedorf dan menunjuk Filippo Inzaghi sebagai pelatih baru. Mantan striker Milan dan Italia itu memiliki pengalaman menangani tim junior Milan, sebelum naik pangkat membesut tim senior. Sejumlah pemain memutuskan pergi dalam masa pramusim. Kaka dan Robinho, duet pemain senior asal Brasil telah mengakhiri kariernya di San Siro. Tapi pada sisi lain, sejumlah pemain berhasil dipermanenkan statusnya di Milan, seperti Adil Rami dan Andrea Poli. Pemain baru yang sudah direkrut tanpa biaya, di antaranya adalah Alex (bek) dan Jeremy Menez (gelandang) dari klub PSG. Sementara itu, Milanisti boleh berharap musim depan menjadi masa kebangkitan kembali Stephan El Shaarawy. Striker berambut unik itu lebih banyak absen karena cedera sepanjang musim lalu.

balotelli milan_4862889328306539943_n

Harapan mengiringi hadirnya pelatih dan semangat baru. Namun menelaah hasil laga pramusim Milan di Amerika Serikat, asa tersebut kembali menjadi keraguan. Tim Merah-Hitam selalu kalah dalam tiga pertandingan menghadapi Olympiacos (0-3), Manchester City (1-5), dan Liverpool (0-2). Hanya kemenangan Mario Balotelli dkk atas Chivas Guadalajara (6/8) dengan skor 3-0 yang sedikit melegakan Milanisti. Tiga gol dicetak M’Baye Niang, Balotelli, dan Giampaolo Pazzini.

Pippo mesti bekerja keras membenahi timnya yang hanya akan berkompetisi di Serie A dan Coppa Italia musim depan. Jangan sampai klub dengan nama besar seperti Milan berubah menjadi tim semenjana yang tidak berpeluang meraih trofi apa pun dan cukup menargetkan bertahan di Serie A belaka. Pihak manajemen harus lebih bermurah hati untuk mendatangkan para pemain baru yang mungkin harus dibeli untuk memperkuat skuat Rossoneri. Tapi beruntunglah Milan yang akhirnya mampu mendatangkan kiper Diego Lopez dari Real Madrid secara gratis. Penggemar Tim Merah-Hitam boleh sedikit berharap performa tim kesayangannya musim depan bakal lebih baik ketimbang musim kemarin.

* Opini ini dimuat di Harian BOLA Jumat, 15 Agustus 2014.

h1

Optimisme Manchester United Sambut Musim Anyar

Agustus 13, 2014

Manchester United di bawah arsitek baru Louis van Gaal meraih hasil gemilang dalam sejumlah laga pramusim di Amerika Serikat. Optimisme pun kian merebak menyambut musim 2014/15 yang dalam waktu dekat segera dimulai. Wayne Rooney dkk menjuarai turnamen International Champions Cup (ICC) 2014 yang melibatkan sejumlah klub besar Eropa. Pada pertandingan final yang berlangsung Selasa pagi (5/8) waktu Indonesia barat, United menang 3-1 atas Liverpool. Gol dicetak tiga pemain berbeda, yaitu : Wayne Rooney, Juan Mata, dan Jesee Lindgard. Sebelumnya Setan Merah mampu mengalahkan AS Roma (3-2), Inter Milan (0-0/adu penalti 5-3), dan Real Madrid (3-1). Para pemain United mampu cepat beradaptasi dengan pelatih anyar yang menerapkan formasi 3-5-2 yang selama ini cukup asing bagi klub-klub Liga Inggris.

darren-fletcher-and-wayne-rooney

Louis van Gaal mampu mengoptimalkan pemain Red Devils yang tidak banyak berubah ketimbang musim lalu. Baru ada Luke Shaw dan Ander Herrera sebagai pemain anyar beserta sejumlah pemain muda dari tim junior yang diturunkan dalam laga ujicoba.
Pada posisi kiper, David de Gea dan Anders Lindegaard masih bisa diandalkan. Lantas, meski trio bek bermain cukup apik selama di Amerika, tapi tampaknya masih diperlukan kehadiran bek berpengalaman di sektor pertahanan tim Manchester Merah.

Performa para gelandang cukup mantap menjalani pramusim. Duet Spanyol -Mata dan Herrera- mampu menjadi pengatur dan penyeimbang permainan yang baik. Darren Fletcher dan Tom Cleverley menjadi pilar andalan lainnya di sektor tengah. Antonio Valencia menjalani perannya dengan bagus sebagai bek sayap kanan. Ashley Young yang dipercaya sebagai bek sayap kiri justru tampil mengejutkan. Pemain yang sempat terkenal dengan kebiasaan ’diving’ di kotak penalti ini mencetak sejumlah gol.

International Champions Cup 2014 - FC Internazionale v Manchester United

Selain Rooney, Danny Welbeck dan Chicarito menyumbang gol selama turnamen di Amerika. Ada beberapa pemain yang belum bergabung dengan tim, di antaranya Michael Carrick, Adnan Januzaj, dan Robin van Persie. Sementara itu, Marouane Fellaini kemungkinan besar akan meninggalkan Old Trafford karena tidak masuk dalam rencana Van Gaal.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.575/2014.

h1

Kadang Tidak Tahu Lebih Baik

Agustus 13, 2014

Kadang kala lebih baik tidak mengetahui banyak hal dan hidup berlangsung baik-baik belaka, ketimbang mengerti sesuatu yang malah mengubah hidup menjadi berantakan.

h1

Menjelang Pernikahan Adik Perempuanku

Agustus 11, 2014

ilustrasi cerpen menjelang p a p

Sebentar lagi, keluarga kami memiliki hajat besar. Bapak dan Ibu akan menikahkan Vina, adik bungsuku sekaligus satu-satunya anak perempuan orangtuaku. Untuk sementara kutinggalkan Jakarta agar bisa kubantu persiapan acara keluarga yang tak biasa di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Bagi Bapak dan Ibu, pernikahan Vina di hari Minggu nanti merupakan kesempatan tunggal bagi mereka mengadakan acara mantu, jadi kami sangat serius mempersiapkan semua hal, tentunya agar acara tersebut berlangsung mulus sesuai asa bersama.

Sehari sebelum pernikahan adikku, tepatnya pada Sabtu pagi, sebuah berita duka kami terima. Pakde Parto, kakak tertua ibuku -yang sudah sakit parah selama dua tahun terakhir- tutup usia. Beliau wafat ketika fajar menyingsing dan akan langsung dimakamkan siangnya karena semua anak cucu Pakde Parto kebetulan sudah berkumpul. Mereka datang sebenarnya untuk menghadiri pernikahan adikku keesokan harinya. Kota tempat tinggal Pakde Parto dan kota kami sendiri terpisah jarak belasan kilometer belaka.

”Mungkin ibumu jangan diberitahu dulu, demikian pula Vina,” usul Mbak Runi ketika memberi kabar padam nyawanya sang ayah lewat telepon.
”Iya Mbak, lebih baik begitu. Saya mewakili keluarga besar Bapak turut berduka atas wafatnya Pakde Parto. Mohon maaf, kami mungkin tak sempat melayat”
”Kami maklumi kalian yang tak bisa datang. Sekarang mending kamu urus persiapan pernikahan Vina. Sampai jumpa besok ya, Dik.”

Betapa tidak nyamannya perasaanku. Pakde Parto berakhir riwayat hidupnya, tapi Ibu yang merupakan adik kandung almarhum malah belum tahu. Padahal sejumlah kerabat yang berada di rumah kami sudah mengerti kabar itu. Kuminta mereka semua agar merahasiakan berita duka tersebut agar tidak sampai ke telinga Ibu maupun Vina. Kekhawatiran Mbak Runi memang beralasan lantaran ibuku memiliki penyakit jantung. Sebuah kejutan tak menyenangkan manakala tengah menyambut acara membahagiakan putri bungsunya, bisa saja mempengaruhi kondisi kesehatan Ibu. Demikian pula dengan Vina yang mesti dijaga agar konsentrasinya tak buyar menjelang hari istimewanya. Aku tahu, ia memiliki hubungan yang hangat pula dengan pakdenya. Kendati kecewa tak bisa mendatangi pemakaman Pakde Parto, tapi aku paham, tanggung jawabku tak ringan demi menjamin kelancaran hajat besar keluarga kami.

***
Lantaran Vina menikah mendahului Dino, salah satu kakaknya, maka ada upacara menyerahkan pelangkah sesuai dengan adat Jawa. Namun sehabis acara tersebut dilaksanakan, Dino kemudian pergi tanpa pamit. Ia menghilang begitu saja dari rumah.
”Bagaimana ini, Mas? Tidak ada yang tahu, Dino pergi ke mana,” ucap Beni adikku menjelang acara midodareni.
”Dino sudah dewasa, Ben. Tak usahlah kita terlalu memikirkan dia. Aku percaya, dia bisa jaga diri. Besok pagi ketika Vina menikah, dia pasti sudah pulang,” sahutku mencoba menenangkan Beni.

Beberapa saat setelah acara midodareni usai, Dino tetap belum terlihat batang hidungnya. Tiba-tiba Bapak memanggilku dengan raut wajah tegang.
”Ada apa, Pak? Baru saja Bapak terima telepon dari siapa?” tanyaku.
”Itu tadi dari kantor polisi. Adikmu Dino ada di sana,” sahut Bapak agak berbisik.

Ternyata Dino berada di tempat itu karena -menurut keterangan polisi- ia mabuk dan telah menabrak orang di jalan. Ah, ada-ada saja peristiwa yang terjadi menjelang pernikahan Vina besok pagi.
”Tolong, kamu jemput adikmu, ya. Kata polisi, dia boleh dibawa pulang, asal ada jaminannya,” kata Bapak lagi.
”Baiklah, Pak. Serahkan saja urusan Dino pada saya. Oh ya, tolong Bapak jaga Ibu agar tidak sampai tahu masalah ini,” ujarku. Bapak pun menganggukkan kepalanya.

Bergegas saja aku beranjak pergi bersama Beni dan Om Narso -adik kandung Bapak- menuju kantor polisi. Moga-moga kami bisa melakukan negosiasi dengan mereka agar Dino bisa pulang selekasnya.
”Ben, kamu tahu Dino sedang ada masalah apa?” tanyaku pada Beni di dalam mobil.
”Tidak tahu, Mas. Cuma beberapa hari ini, dia kelihatan lebih pendiam,” sahut Beni.
”Apa dia sebelumnya sering mabuk?”
”Sepertinya terakhir sekitar dua minggu lalu, waktu habis putus dengan pacarnya. Begitu yang saya dengar dari Ibu.”
”Apa mungkin dia sebenarnya kurang ikhlas, karena adiknya menikah mendahului dirinya?” tanya Om Narso.
”Mungkin saja, Om,” ucapku.
”Om hanya berpesan agar kalian jangan memarahi Dino. Biarkan dia nanti pulang dengan hati nyaman. Dia mungkin merasa kurang mendapat perhatian saja.”

Aku dan Beni mengiyakan apa kata Om Narso. Dalam hati kucoba memaklumi kelakuan adikku. Usia Dino hanya setahun lebih tua daripada Vina, sementara Vina satu-satunya anak perempuan, sehingga otomatis menjadi sosok paling istimewa di keluarga kami. Barangkali tanpa sengaja, baik Bapak dan Ibu, bahkan aku maupun Beni, sudah sering bersikap diskriminatif terhadap mereka sedari Dino dan Vina masih kecil. Ketika kedua bocah itu dahulu bermain bersama, lalu Vina menangis, maka Dino selalu disalahkan dan menjadi sasaran kemarahan kami. Seiring waktu, Vina lantas melanjutkan kuliah di Yogyakarta, sementara Dino memutuskan bekerja di bengkel sepeda motor sesudah lulus dari SMK. Seusai merampungkan kuliahnya, Vina bekerja di Jakarta, dan tak lama kemudian bertemu dengan jodohnya. Sementara itu, tempat Dino bekerja tidak banyak pelanggannya, jadi kadang ia bagaikan seorang penganggur belaka. Maklumlah, kota tempat tinggal orangtua kami memang tak terlalu besar. Lalu dalam soal asmara, mesti berkali-kali pula Dino patah hati.

Bukannya aku tak pernah mencoba membantu adikku. Aku sempat mengajaknya tinggal bersamaku supaya bisa bekerja di Jakarta. Dino tak mau, karena ia kasihan pada orangtua kami yang usianya semakin menua. Memang hanya dirinya yang masih tinggal bersama mereka. Beni dan keluarganya telah memiliki rumah sendiri, meski masih berada di kota yang sama. Kuhargai pilihan Dino, apalagi alasannya adalah berhasrat menjadi anak yang berbakti pada Bapak dan Ibu.

Sesampainya di kantor polisi, perlu waktu hampir dua jam sebelum kami akhirnya diperbolehkan membawa pulang saudara kami. Orang yang ditabrak Dino dengan sepeda motornya -menurut polisi- hanya mengalami luka ringan. Adikku sendiri mendapatkan luka yang tidak seberapa di wajah, dada, tangan, maupun kakinya. Beruntunglah Dino, lantaran pihak keluarga korban tak ingin membawa insiden tersebut ke ranah hukum. Mereka meminta penyelesaian masalah ganti rugi dilakukan secara kekeluargaan belaka tanpa tergesa-gesa.

”Apa yang akan kau katakan, jika Ibu melihatmu seperti itu?” tanyaku di dalam mobil yang membawa kami berlalu dari kantor polisi.
”Saya naik motor dan tabrakan di jalan. Apa lagi yang mesti saya bilang, Mas?” sahut Dino dengan raut wajah datar.
”Dino, apa kau tidak sadar sudah bikin susah banyak orang?” ucap Beni dengan suara agak keras. Ia tampak geregetan melihat sikap adiknya yang seolah tak merasa bersalah.
”Ben, yang penting malam ini Dino bisa pulang,” kataku yang berada di belakang kemudi. Beni duduk di sampingku, sementara Dino di kursi belakang bersama Om Narso.
“Dino, jika boleh Om menyarankan, nanti sampai rumah, kau bersedia kan, mandi dan segera tidur? Oh ya, kamu sudah makan belum?” Om Narso ikut bersuara.

Dino ternyata belum makan, sehingga kami memutuskan mampir di sebuah warung tenda yang masih buka di seputar alun-alun. Rasanya kami memang perlu menenangkan hati masing-masing sebelum kembali ke rumah.
”Mas Rano, Mas Beni, dan juga Om Narso, saya minta maaf. Seharusnya sejak sore tadi, saya tak perlu ke mana-mana,” ujar Dino setelah rampung makan mie ayam dan minum teh hangat. Kami bertiga sempat saling menatap, lantas tersenyum bersama menyikapi kata-kata Dino.
”Ya, sudahlah. Masih kau ingat kan, apa saran Om Narso tadi?” tanyaku.
”Iya, Mas. Terima kasih ya, kalian bertiga sudah mau menjemput saya sehingga bisa tidur di rumah malam ini,” sahut Dino sambil tersenyum.

Aku lega, kami bisa pulang dengan hati yang lebih tertata. Setibanya di rumah, Dino bersedia melakukan saran paman kami. Syukurlah, Ibu sudah masuk ke kamarnya, setelah sempat menemani Vina terjaga sampai pukul dua belas malam. Kulihat waktu menunjukkan jam satu lebih sepuluh menit dini hari. Masih ada beberapa kerabat kami yang terjaga di depan rumah.

***
Hari pernikahan adik perempuanku tiba. Segala sesuatunya berlangsung mulus tanpa aral gendala. Aku sebenarnya sempat khawatir, ketika melihat Ibu pagi-pagi bertanya pada Dino tentang wajahnya yang memar.
”Ibu tidak usah cemas. Tadi malam saya hanya jatuh dari motor,” sahut Dino.
Ibu tampak mengangguk dan menyibukkan diri lagi. Perasaanku kembali tidak tenang kala melihat putra-putri almarhum Pakde Parto datang. Tapi tampaknya Mbak Runi tahu mesti menjawab apa, jika Ibu menanyakan kabar ayahnya.

Sekian jam kemudian, ketika malam menjelang, kami sekeluarga tengah berkumpul di dalam rumah. Pada intinya, kami mensyukuri hajat besar keluarga dapat berjalan lancar. Bapak kemudian memintaku menceritakan apa yang terjadi sehari sebelum adik perempuanku bersanding di pelaminan.

”Ibu, sebelumnya kami mohon maaf. Ada sesuatu yang terjadi kemarin, tapi Ibu mungkin belum tahu,” kataku yang berusaha berhati-hati sekali menyusun kalimat.
”Apa maksudmu, Nak?” tanya Ibu.
”Mmm… Ini tentang Pakde Parto.”
“Hah, pakdemu kenapa?”
“Semoga Ibu bisa kuat dan sabar mendengar kabar ini. Pakde Parto kemarin sudah meninggalkan kita semua.”

Serta merta pecahlah suara tangisan Ibu. Mataku ikut berkaca-kaca menatap reaksi ibuku. Beliau tampak terpukul mendengar berita kepergian kakak sulungnya. Kami berusaha menenangkan kegalauan hati Ibu. Bapak lekas saja memeluk istrinya dan mengelus-elus punggungnya. Yang tidak kuduga, beliau ternyata memiliki firasat tersendiri tentang wafatnya Pakde Parto.

”Menjelang bangun tidur subuh tadi, Ibu sempat bermimpi didatangi Pakde Parto. Beliau hanya tersenyum, jadi Ibu mengira kondisinya baik-baik saja. Ternyata, mungkin itulah salam perpisahan dari beliau,” ujar Ibu yang masih berurai air mata.

Esok harinya, kami sekeluarga berziarah ke makam saudara tertua Ibu, setelah sebelumnya mengunjungi rumah keluarga Pakde Parto. Ibu berusaha mengikhlaskan diri menerima takdir Ilahi atas kakaknya. Yang paling penting, tiada masalah berarti selama acara pernikahan Vina kemarin. Tentang insiden yang terjadi pada Dino, biarlah nanti Bapak saja yang menceritakannya pada Ibu di lain waktu.

TAMAT

# Cerpen ini dimuat di Lampung Post Minggu, 20 Juli 2014.

h1

Kompleksitas Bulan Juli 2014

Agustus 11, 2014

Catatan ini idealnya ditampilkan tidak lama setelah Juli usai. Dan saya sebenarnya memang sudah menuliskannya di atas kertas pada saat itu, tapi untuk sekadar menyalinnya di blog ternyata perlu sebelas hari berlalu di bulan Agustus.
___________

Bulan ketujuh tahun 2014 merupakan bulan yang begitu kompleks, baik yang terjadi di Indonesia maupun di dunia. Terdapat 27 hari Ramadan, Idul Fitri, dan empat hari Syawal 1435 H. Lebaran senantiasa menjadi tradisi tahunan yang menyenangkan bagi mayoritas rakyat Indonesia. Liburan selama sepekan menjadi saat berkumpul dengan keluarga, saling silaturahmi, dan berjumpa dengan teman-teman lama.

lebaran moekasim's fam_n

Ada pemilihan presiden-wakil presiden RI (9/7) dan pengumuman hasilnya (Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang), yang ternyata masih menyisakan masalah karena sikap tidak kesatria capres yang kalah. Dia menolak disebut sebagai negarawan dan orang paling ikhlas.

Terjadi pula final Piala Dunia 2014 di Brasil yang dimenangkan Jerman, yang diwarnai hasil tragis tim tuan rumah, juga kejutan dari Kosta Rika dan Kolombia.

Kisah sedih datang dari Palestina yang terus-menerus diserang Israel, jatuhnya pesawat Malaysia Air yang ditembak rudal di Ukraina (belasan orang Indonesia menjadi korbannya), dan kecelakaan pesawat lainnya di Taiwan. Gerakan kekerasan yang dilakukan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) mengundang keprihatinan pula karena tidak sesuai dengan konsep Islam sejati yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi alam semesta) dan cinta damai.

Namun hidup ini memang selalu ada soal lama pergi dan soal baru datang. Pesan dari surga mesti jadi pedoman : setelah ada kesulitan, selalu ada kemudahan. Dan jangan berputus asa dari rahmat Allah.

Kisah-Blusukan-Jokowi-di-Jogja

Syukurlah, pemilu presiden berlangsung aman dan damai. Kreativitas pendukung Jokowi-JK menjadi fenomena tersendiri, di antaranya berwujud video-video yang bertebaran di Youtube atau serial sampul komik ‘kisah blusukan Jokowi’ karya Hari Prast dan Yoga Adhitrisna. Termasuk juga terselenggaranya Konser Salam 2 Jari di SUGBK pada Sabtu (5/7) yang dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan. Masih banyak lagi contoh partisipasi positif dari masyarakat dalam menunjukkan dukungannya kepada capres pilihannya.

Mesti disyukuri jua, Tuhan meridhoi mereka yang berniat baik, memiliki rekam jejak yang baik, melakukan cara-cara yang baik, dan demi tujuan yang baik menjadi pemenang. Mereka yang licik, tak jujur, bersenjatakan fitnah, kecurangan, dan kebohongan, suatu ketika akan mendapatkan buah dari bibit yang mereka tanam sendiri. Tuhan Maha Adil, meski Dia pun Maha Pengampun.

konser salam 2 jari