h1

Terkenang Malam 17 Agustus

Agustus 16, 2014

Tiba-tiba terkenang sebuah malam 17 Agustus sekian tahun silam. Seorang warga sepuh mengisahkan lelikuan hidupnya, mulai ikut berjuang pada awal revolusi kemerdekaan, menjadi tahanan politik efek peristiwa 1965, dan hidup dengan beban berat sesudahnya. Namun sepanjang hayatnya, beliau selalu menemukan banyak alasan yang membuatnya merasa beruntung. Beliau kini sudah tiada. Demi mengenangnya, tersuratlah sebuah cerita pendek yang -sepertinya cukup buruk karena- belum layak dimuat di media mana pun. Dan beginilah wujud kalimat pembukanya :

Bagaimanapun beratnya cobaan atau susahnya menjalani hidup, jika hati selalu bersyukur dan bersabar, serta benak memandang segala sesuatunya dengan baik, maka kehidupan pun tak segelap yang dibayangkan orang. Malah justru terang yang lebih kerap tampak dan dirasakan. Itulah pelajaran berharga yang kudapat dari Pak Joyo, seorang kakek yang merupakan tetanggaku. Kendati telah berusia delapan puluh tahun lebih, namun dengan tubuh kecilnya, beliau masih tampak gagah. Semangat hidupnya tetap menyala dalam senjakala usianya.

(Menjelang 17 Agustus 2014 – 69 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: