Archive for September, 2014

h1

Pemain Veteran EPL Hijrah ke Serie A

September 25, 2014

Satu hal yang menarik pada musim 2014/15 adalah hijrahnya sejumlah pemain senior Liga Premier Inggris ke Liga Italia Serie A. Dua mantan bek berpengalaman Manchester United melanjutkan kariernya di Negeri Pizza, yaitu Nemanja Vidic (Inter Milan) dan Patrice Evra (Juventus). Dua mantan punggawa Chelsea pun menyusul mereka, yaitu Ashley Cole (AS Roma) dan Fernando Torres (AC Milan). Vidic, Evra, Cole, dan Torres telah berusia 30 tahun ke atas saat ini. Keempat pemain tersebut sudah banyak makan asam garam selama bermain di EPL. Gelar juara Liga Inggris maupun Liga Champion Eropa pernah mereka raih bersama klub masing-masing di masa lalu. Torres bahkan meraih Piala Eropa (2006 dan 2012) maupun Piala Dunia (2010) bersama Spanyol ketika tercatat sebagai pemain Liverpool dan Chelsea.

fernando tores acmilan

Maka faktor pengalaman dan mental juara tampaknya menjadi modal utama mereka saat bermain di liga yang relatif tidak diakrabi oleh mantan pemain Liga Inggris itu. Namun tidak bisa diabaikan bahwa Serie A sangat memberi kesempatan besar kepara pemain tua untuk unjuk gigi. Gianluigi Buffon (Juventus), Andrea Pirlo (Juventus), Francesco Totti (AS Roma), Antonio Di Natale (Udinese), Luca Toni (Hellas Verona), dan Miroslav Klose (Lazio) bisa disebut sebagai contoh nyata. Pemain seumuran mereka di Liga Inggris atau liga lainnya mungkin sudah pensiun atau tinggal menghangatkan bangku cadangan. Tapi di Serie A mereka masih menjadi bintang andalan timnya.

nemanja vidic_inter

Vidic dan Cole sudah menjadi pilihan utama di awal musim Serie A, sementara Evra dan Torres tampaknya masih harus berjuang menjadi pemain inti di timnya.

Selain para pemain veteran tersebut, sebenarnya ada pula para pemain yang relatif muda yang juga pindah ke Italia dari Inggris, yaitu Marco van Ginkel (Chelsea ke AC Milan) dan Micah Richards (Manchester City ke Fiorentina). Entah apakah mereka semua bisa tampil lebih baik atau justru nasibnya memburuk bersama klub baru di liga yang berbeda pula.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.581/2014.

h1

Awal Sulit Real Madrid

September 18, 2014

Real Madrid mengalami masa relatif sulit pada awal musim 2014/15. Setelah gagal meraih Piala Super Spanyol ditaklukkan Atletico Madrid, Los Blancos baru sekali menang dan dua kali kalah di kompetisi La Liga. Iker Casillas dkk hanya bisa menundukkan Cordoba 2-0 (25/8), sebelum dikandaskan Real Sociedad 2-4 (31/8) dan Atletico 1-2 (13/9).

CR7 Bale James Benz

Secara kebetulan, kekalahan itu terjadi setelah Madrid menjual Angel Di Maria (Manchester United) dan Xabi Alonso (Bayern Muenchen). Hanya Javier ”Chicharito” Hernandez (MU) pemain baru terakhir yang menambah skuat Los Merengues. Kepergian Di Maria dan Alonso disesali Cristiano Ronaldo maupun penggemar Madrid pada umumnya karena dikhawatirkan mengurangi kekuatan tim. Namun Carlo Ancelotti percaya bahwa performa anak asuhnya bakal lebih baik pada laga-laga selanjutnya. Perubahan materi skuat otomatis membuat adaptasi kembali mesti dijalani Gareth Bale dkk sesudah sukses mendapatkan trofi Liga Champion dan Copa del Rey musim kemarin.

El Real akhirnya mampu memperbaiki diri dengan menang 5-1 atas FC Basel (Swiss) di laga pertama Liga Champion pada Selasa (16/9) di Santiago Bernabeu. Gol bunuh diri Suchy mengawali keunggulan Los Galacticos. Bale, Ronaldo, James Rodriguez, dan Karim Benzema mencetak gol-gol berikutnya yang membuat Madridistas bersukacita kembali.

Mudah-mudahan penampilan bagus di Eropa berlanjut ketika Madrid berlaga di Primera Liga Spanyol. Hingga jornada 3, Sergio Ramos dkk baru mengumpulkan poin tiga dan terbenam di nomor 13. Pertandingan tandang menghadapi La Coruna pada Minggu (21/9) menjadi momentum kebangkitan Los Blancos di liga lokal. Semoga membuahkan hasil gemilang.

h1

Pernak-Pernik Kemenangan Perdana MU

September 17, 2014

Kemenangan perdana Manchester United menjadi salah satu kabar yang menyita perhatian publik pada pekan ke-4 English Premier League 2014/15. Tim besutan Louis van Gaal menundukkan QPR 4-0 di Old Trafford pada Minggu malam (14/9). Gol United dicetak oleh Angel Di Maria, Ander Herrera, Wayne Rooney, dan Juan Mata. Kehadiran para pemain baru, pulihnya pemain yang cedera, dan perubahan formasi (4-1-2-1-2) menjadi kombinasi yang memastikan poin tiga pertama musim ini dalam laga resmi yang dilakoni Red Devils.

Marcos Rojo, Daley Blind, dan Radamel Falcao melakukan debutnya bersama Tim Manchester Merah. Rojo dan Blind bermain penuh, sementara Falcao turun menggantikan Mata. Di Maria dan Herrera membuat gol pertamanya bersama United musim ini.

MU_herrera rooney rojo dimaria

Di antara seluruh pemain yang diturunkan Van Gaal, beberapa di antaranya berasal dari negara yang sama. Barangkali hal itu membuat adaptasi bisa berlangsung lebih cepat. Spanyol menyumbang tiga pemain (David De Gea, Herrera, dan Mata) melebihi pemain dari negara lainnya, termasuk Inggris. Ada tiga negara yang diwakili masing-masing dua pemain, yaitu Inggris (Tyler Blackett dan Rooney), Argentina (Rojo dan Di Maria), Belanda (Blind dan Robin van Persie). Dua pemain inti lainnya berasal dari Irlandia Utara (Jonny Evans) dan Brasil (Rafael). Sementara pemain pengganti pun dari negara yang berbeda pula, yaitu Ekuador (Antonio Valencia), Belgia (Adnan Januzaj), dan Kolombia (Falcao). Total terdapat pemain dari sembilan negara yang turun bermain kala United menjamu QPR.

Keberadaan para pemain Spanyol dan negara-negara Amerika Selatan (Brasil, Ekuador, Argentina dan Kolombia) membuat skuat Setan Merah musim ini lebih memiliki aroma Latin. Pemain Argentina terakhir yang bermain untuk United adalah Carlos Tevez (2007-2009), sementara Falcao menjadi pemain Kolombia pertama yang dimiliki Red Devils.

Mudah-mudahan episode kemenangan MU berlanjut pada laga-laga mendatang. Meraih tiket Liga Champion musim depan tampaknya menjadi target yang cukup realistis.

h1

Kiper Utama Nomor 13

September 11, 2014

Seorang kiper yang menjadi pilihan utama dalam tim sepak bola sudah jamak dan lebih kerap mengenakan kostum nomor 1 (satu). Namun pada musim 2014/15 terdapat fenomena menarik. Sejumlah kiper bernomor 13 justru lebih dipercaya pelatih untuk bertugas di bawah mistar. Yang pertama adalah Thibaut Courtois. Kiper yang selama ini dipinjamkan Chelsea ke Atletico Madrid (2011-2014) akhirnya bermain untuk klub pemiliknya sejak musim ini. Courtois selalu dimainkan Jose Mourinho pada tiga laga awal di English Premier League. Petr Cech yang selama 10 musim (2004-2014) menjadi kiper utama The Blues mesti tersingkir ke bangku cadangan.

thibaut courtois_chelsea

Berikutnya adalah Claudio Bravo (Barcelona). Sejak Victor Valdes dan Jose Manuel Pinto habis masa kontraknya akhir musim lalu, Barca pun merekrut Marc-Andre ter Stegen (Borussia Moenchengladbach) dan Bravo (Real Sociedad). Semula Ter Stegen diprediksi menjadi pengganti Valdes, terbukti dari kostum nomor 1 yang dipakainya. Namun begitu Primera Division bergulir, ternyata Bravo yang bernomor 13 yang selalu menjaga gawang Blaugrana.

Masih ada sejumlah kiper nomor 13 lainnya yang potensial menggantikan posisi kiper nomor 1 di beberapa klub tenar. Mereka yang berkualitas setara dan bakal bersaing secara positif adalah Keylor Navas-Iker Casillas (Real Madrid), Willy Caballero-Joe Hart (Manchester City), David Ospina-Wojciech Szczesny (Arsenal), Jan Oblak-Miguel Angel Moya (Atletico Madrid), dan Guillermo Ochoa-Carlos Kameni (Malaga).

ochoa kiper meksiko

Kecuali Barcelona dan Atletico yang menghadirkan sepasang kiper anyar sekaligus, kiper nomor 13 lainnya merupakan rekrutan baru di timnya masing-masing. Layak pula dicatat, mayoritas kiper nomor 13 tersebut rata-rata bermain bagus saat memperkuat negaranya di Piala Dunia 2014. Mereka adalah Courtois (Belgia), Bravo (Cili), Navas (Kosta Rika), Ospina (Kolombia), dan Ochoa (Meksiko). Namun di antara mereka berlima, hanya Ochoa yang memilih kostum nomor 13 kala membela timnas, selebihnya menggunakan nomor 1. Lantas apakah kecemerlangan di Brasil bakal berlanjut, ketika mereka bermain bersama klub anyar masing-masing? Kita lihat saja aksi para kiper itu nanti.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.579/2014.

h1

Asa September Ceria MU

September 8, 2014

Bulan Agustus 2014 bukanlah saat yang menyenangkan bagi Manchester United. Belum sekali pun tim besutan Louis van Gaal mampu meraih kemenangan. Dalam empat laga, United hanya dua kali bermain imbang (vs Sunderland 1-1 dan Burnley 0-0) dan sekali kalah (vs Swansea 1-2) di EPL, serta sekali kalah (vs MK Dons 0-4) di Piala Liga. Hasil bagus selama pramusim seolah tak berbekas ketika terjun di kompetisi yang sesungguhnya. Cederanya sejumlah pemain (Michael Carrick, Luke Shaw, Ander Herrera, dll) menjadi alasan yang dikedepankan, meski mungkin adaptasi formasi 3-5-2 memang belum fasih dijalankan para pemain.

falcao MU

Namun menjelang jendela transfer pemain ditutup 1 September 2014, Red Devils mengambil langkah drastis. Mereka merekrut sejumlah pemain baru berlabel bintang dan melepas beberapa pemain lama. Setelah sebelumnya hadir duet Argentina, Marcos Rojo (Sporting Lisbon) dan Angel di Maria (Real Madrid), di saat-saat terakhir datang pula Daley Blind (Ajax Amsterdam) dan Radamel Falcao (AS Moncao). Perekrutan Falcao (dengan status pinjaman) menjadi kejutan terbesar karena striker yang absen membela Kolombia di Piala Dunia 2014 itu sebelumnya lebih kerap dihubungkan dengan Real Madrid dan Juventus. Di sisi lain, Manchester Merah pun merelakan kepergian Javier ”Chicharito” Hernandez (Real Madrid), Danny Welbeck (Arsenal), Shinji Kagawa (Borussia Dortmund), Luis Nani (Sporting Lisbon), dan Tom Cleverley (Aston Villa). Penjualan Welbeck ke klub asuhan Arsene Wenger cukup disesali oleh mantan bintang United seperti David Beckham dan Rio Ferdinand karena dia merupakan pemain muda produk asli tim junior Red Devils. Sementara dilepasnya pemain yang lain ditanggapi dengan adem ayem.

angel di maria MU

Selanjutnya, semoga saja para pemain anyar bisa segera menyatu dengan pemain yang sudah ada dan sang manajer mampu menjalankan strateginya yang berujung pada kemenangan. Ujian pertama MU dengan para punggawa terbarunya adalah menghadapi QPR (14/9), setelah kompetisi liga dihentikan untuk laga internasional antarnegara. Angel di Maria sudah bermain cemerlang saat membawa Argentina menang 4-2 atas Jerman dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Duesseldorf pada Rabu (3/9). Pemain yang memilih kostum nomor tujuh di klub anyarnya –sebagaimana di timnas- berhasil mencetak satu gol dan membuat tiga assist.
Mudah-mudahan setelah ”Agustus Kelabu”, maka ”September Ceria” bakal menjadi episode selanjutnya bagi United.