Archive for November, 2014

h1

Piala AFF 2014, Harapan Terakhir Timnas Indonesia

November 18, 2014

Alfred Riedl telah mengumumkan 22 pemain yang menjadi skuat resmi timnas senior Indonesia dalam Piala AFF 2014, yang bakal berlangsung di Vietnam dan Singapura. Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, dan Laos. Kiprah Firman Utina dkk dalam Piala AFF menjadi harapan terakhir publik Nusantara melihat tim sepak bolanya berjaya pada tahun ini, setelah kegagalan timnas U-23 di Asian Games Incheon dan timnas U-19 di Piala Asia Myanmar. Tim Merah-Putih akan mengenakan kostum terbarunya ketika menantang Vietnam pada 22 November 2014. Semoga keberuntungan menemani performa para punggawa terbaik lapangan hijau milik Indonesia.

Jersey Timnas Indonesia Home 2014 - 2016

Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 Vietnam
Kiper : 1.Kurnia Meiga, 12.I Made Wirawan
Bek : 2.Supardi Nasir, 3.Zulkifli Syukur, 4.Victor Igbonefo, 11.Rizki Rizaldi Pora, 13.Achmad Jufriyanto, 16. M.Roby, 26.Fachrudin Wahyudi Aryanto
Gelandang Tengah : 6.Evan Dimas, 8.Raphael Maitimo, 14.Imanuel Wanggai, 15.Firman Utina, 24.Hariono, 25.Manahati Lestusen
Gelandang Sayap : 5.Ramdani Lestaluhu, 17.Zulham Zamrun, 21.M.Ridwan
Penyerang : 7.Boaz Solossa, 9.Cristian Gonzales, 18.Samsul Arif Munip, 20.Serginho van Dijk

timnas senior indonesia 2014

Timnas Indonesia di Asian Games 2014 Incheon Korea Selatan
Kiper : Teguh Amiruddin, Andritany Ardhiyasa
Bek : M.Zaenuri, Dany Saputra, Victor Igbonefo, Manahati Lestusen, Saiful Indra Cahya, Alfin Tuasalamony
Gelandang : Ramdani Lestaluhu, Fandi Eko Utomo, Syakir Sulaiman, Dedi Kusnandar, Rasyid Bakri, Achmad Jufriyanto, Rizky Pellu, Novri Setiawan, Bayu Gatra
Penyerang : Yandi Sofyan, Ferdinand Sinaga, Aldaier Makatindu

ferdinandsinaga_ asiangames

Tim Inti Timnas U-23 di Asian Games 2014 (4-2-3-1) :
12.Andritany; 26.Tuasalamony, 5.Igbonefo, 13.Lestusen, 3.Saputra; 11.Dedi (k), 15.Jufriyanto; 23.Bayu Gatra, 8.Fandi Eko, 7.Lestaluhu; 17.Sinaga

Hasil Pertandingan :
Penyisihan Grup
Vs Timor Leste (15/9) : 7-0 (Sinaga (4), Tuasalamony/p, Novri, Fandi Eko)
Vs Maladewa (18/9) di: 4-0 (Lestaluhu, Sinaga, Bayu, Sinaga/p)
Vs Thailand (22/9) di Incheon : 0-6
16 Besar
Vs Korea Utara (26/9): 1-4 (Fandi Eko)

Timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19 2014 Myanmar
Timnas Indonesia U-19 2014

h1

Oktober Kelabu dan Asa November Ceria

November 13, 2014

Sejumlah kejadian penting mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia sepanjang bulan Oktober 2014. Sayangnya, lebih banyak cerita tidak menyenangkan yang terjadi. Yang pertama adalah kegagalan timnas Indonesia U-19 dalam putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar pada 10-14 Oktober 2014. Tim asuhan Indra Sjafri semula ditargetkan masuk semifinal agar mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Namun ternyata Tim Garuda Jaya mengalami tiga kali kekalahan dari Uzbekistan (1-3), Australia (0-1), dan Uni Emirat Arab (1-4) dalam laga penyisihan Grup B. Tim lawan ditengarai sudah sangat mengenal gaya bermain Evan Dimas dkk karena begitu banyak laga uji coba yang disiarkan stasiun televisi ke publik.

Program pelatnas jangka panjang diakui sendiri oleh pelatih tidak efektif membentuk tim yang solid. Namun hal itu memang tak bisa dihindarkan selama PSSI belum menggelar kompetisi untuk para pemain U-19. Sebenarnya Indra Sjafri melakukan “blusukan” untuk mencari pemain pilihannya sendiri adalah upaya terobosan yang bisa dikatakan “out of the box” karena federasi belum memiliki sistem penjaringan pemain muda yang ideal. Keberhasilan Tim Garuda Jaya menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan meraih tiket putaran final Piala AFC U-19 2014 mestinya menjadi momentum bagi PSSI untuk introspeksi diri. Setidaknya Piala Suratin untuk para pemain U-18 yang sempat vakum beberapa tahun sudah diaktifkan kembali tahun 2014 ini.

kesedihan evan dkk

Indra Sjafri sudah menunjukkan kualitasnya menangani para pemain muda hingga mampu meraih gelar juara. Sebenarnya dia layak menangani timnas U-19 generasi selanjutnya, tapi PSSI ternyata memutus kontrak pelatih yang dikenal dengan kepercayaan dirinya yang tinggi itu. Lantas bagaimana nasib Evan Dimas dkk? Mulai tahun 2015 mereka akan mengawali karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola. Mudah-mudahan para pelatih klub Liga Super Indonesia bersedia memberi kesempatan bertanding kepada mereka. Harapan kita, ada di antara mereka yang bisa direkrut klub-klub asing. Bermain di luar negeri menjadi sarana Evan Dimas dkk menimba ilmu yang lebih tinggi sebagai pemain yang akan menjadi andalan Skuat Garuda di masa depan.

Beberapa pemain timnas U-19 sudah sempat dipanggil Alfred Riedl untuk mengikuti latihan timnas senior, meski hanya Evan Dimas yang dimasukkan ke dalam 35 pemain yang didaftarkan PSSI ke panitia Piala AFF 2014. Tapi setidaknya mereka mendapat pengalaman baru setelah menjalani pelatnas jangka panjang. Jika mereka tampil baik bersama klubnya, tidak mustahil mantan pemain timnas U-19 akan menjadi bagian dari timnas U-23 yang akan bertanding di SEA Games 2015.

Problema di Divisi Utama
Sejumlah hal buruk lainnya terjadi dalam babak delapan besar Divisi Utama. Dua suporter kehilangan nyawanya. Muhammad Ikhwanuddin, suporter PSCS Cilacap tewas ditusuk dan Joko Riyanto meninggal dunia setelah diamuk massa dalam laga Persis Solo vs Martapura FC pada Rabu (22/10) di Solo. Selain itu, beberapa pertandingan Divisi Utama tidak terlaksana karena sejumlah tim memilih tidak hadir di lokasi dan bersedia diputuskan kalah WO. Seolah menjadi klimaks permasalahan di Divisi Utama adalah terjadinya “sepak bola gajah” dalam laga PSS Sleman vs PSIS Semarang. Terjadi lima gol bunuh diri dalam pertandingan yang berlangsung Minggu (26/10) di lapangan AAU Yogyakarta. Kedua tim yang sudah lolos ke semifinal diduga takut menghadapi Borneo FC yang selama ini diasumsikan menjadi “anak emas” oknum petinggi PSSI. Komisi Disiplin PSSI memang telah mendiskualifikasi PSS dan PSIS, tapi masih banyak masalah menumpuk dan nama sepak bola Indonesia telanjur tercoreng kembali.

persib-bandung-vs-persipura-final-isl-2014-persib-juara-SIM_6071

Mudah-mudahan pada November ini langit kembali cerah. Liga Super Indonesia 2014 berakhir dengan sang juara baru Persib Bandung memenangi partai final melawan Persipura Jayapura dengan skor adu penalti 5-3 (2-2) pada Jumat (7/11). Selanjutnya timnas senior Indonesia akan mulai berlaga di Piala AFF 2014 sejak 22 November 2014. Dua uji coba melawan Timor Leste (11/11) dan Suriah (14/11) menjadi persiapan terakhir Firman Utina dkk untuk menghadapi turnamen sesungguhnya, meski dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Tim Merah-Putih menang 4-0 atas Timor Leste dengan gol dicetak oleh Sergio van Dijk, Zulham Zamrun, Evan Dimas, dan Samsul Arif.

evan dimas gol debut

h1

Permainan yang Sungguh-sungguh

November 13, 2014

Sepak bola, sebagaimana kesenian atau banyak pekerjaan kita di dunia — adalah permainan yang sungguh-sungguh, antara lain karena ia memang sungguh-sungguh permainan. Bahkan Allah membukakan salah satu rahasia iradahNya : bahwa sebenarnya kehidupan di dunia ini adalah permainan dan senda gurau.

Namun permainan itu tidak boleh dilakukan dengan main-main. Para pelawak pun yang penuh permainan penampilannya, tidak pernah tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas kepelawakannya.

(Emha Ainun Nadjib)

h1

Pertukaran Bintang Liga Spanyol dan Inggris

November 10, 2014

Yang kerap terjadi sebelumnya adalah hijrahnya bintang-bintang Liga Inggris ke Liga Spanyol. Para pemain Manchester United seperti David Beckham, Ruud van Nistelrooy, hingga Cristiano Ronaldo melanjutkan kariernya di Real Madrid. Marc Overmars, Emmanuel Petit, sampai Thierry Henry yang semula bermain di Arsenal kemudian pindah ke Barcelona. Luca Modric dan Gareth Bale (Tottenham Hotspur) menjajal tantangan baru bersama Madrid. Bahkan Ronaldo dan Bale sempat mencatat rekor sebagai pemain termahal di dunia ketika bergabung dengan Los Galacticos. Ada pula pemain Spanyol yang pulang kampung setelah sempat memperkuat klub Inggris, yaitu Gerard Pique (MU) dan Ces Fabregas (Arsenal). Keduanya lalu menjadi andalan Barcelona. Pada musim 2014/15 hanya terdapat nama Luis Suarez (Liverpool) dan Thomas Vermaelen (Arsenal) yang berganti kostum Blaugrana serta Javier ”Chicharito” Hernandez yang dipinjam Los Blancos dari Red Devils.

javier-hernandez-doblete-real-madrid-vs-deportivo

Menjelang berputarnya musim ini, begitu banyak pemain Primera Division La Liga yang menyeberang ke klub-klub English Premier League. Chelsea yang begitu perkasa dan memimpin klasemen pada awal musim diperkuat oleh Thibaut Courtois, Filipe Luis, dan Diego Costa (Atletico Madrid) plus Cesc Fabregas (Barcelona). Duet Costa-Fabregas sempat memimpin daftar pencetak gol dan pembuat assist. The Blues layak menjadi kandidat terkuat juara Liga Primer musim 2014/15 di bawah Jose Mourinho yang pernah melatih Real Madrid. Manchester United kini diperkuat oleh Ander Herrera (Athletic Bilbao) dan Angel di Maria (Real Madrid). Liverpool pun mendatangkan Javier Manquillo (Atletico Madrid) dan Alberto Moreno (Sevilla). Selain itu masih ada Alexis Sanchez (Barcelona ke Arsenal) maupun Willy Caballero (Malaga ke Manchester City).

Diego_Costa n Fabregas_of_Chelsea_ri

Sejauh ini sejumlah pemain jebolan Liga Spanyol memang mampu meraih kejayaan di Liga Inggris. Sejak masanya Alvaro Arbeloa, Xabi Alonso, dan Fernando Torres hingga David de Gea, Juan Mata, dan David Silva. Keberhasilan City meraih gelar juara EPL 2013/14 banyak ditentukan oleh alumni La Liga. Tidak hanya para pemainnya seperti Silva, Javi Garcia, Jesus Navas, dan Martin Demichelis, tapi pelatih Manuel Pellegrini pun sudah banyak makan asam garam di klub-klub Spanyol (Villareal, Real Madrid, dan Malaga).

Angel di Maria dkk yang baru musim ini mencicipi kompetisi di negeri Ratu Elizabeth tentunya berhasrat besar mengikuti jejak mereka yang prestasinya kian gemilang setelah meninggalkan negeri Raja Carlos.

* Opini ini dimuat di rubrik ‘Interaktif’ BolaVaganza No.157 – November 2014.