h1

Oktober Kelabu dan Asa November Ceria

November 13, 2014

Sejumlah kejadian penting mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia sepanjang bulan Oktober 2014. Sayangnya, lebih banyak cerita tidak menyenangkan yang terjadi. Yang pertama adalah kegagalan timnas Indonesia U-19 dalam putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar pada 10-14 Oktober 2014. Tim asuhan Indra Sjafri semula ditargetkan masuk semifinal agar mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Namun ternyata Tim Garuda Jaya mengalami tiga kali kekalahan dari Uzbekistan (1-3), Australia (0-1), dan Uni Emirat Arab (1-4) dalam laga penyisihan Grup B. Tim lawan ditengarai sudah sangat mengenal gaya bermain Evan Dimas dkk karena begitu banyak laga uji coba yang disiarkan stasiun televisi ke publik.

Program pelatnas jangka panjang diakui sendiri oleh pelatih tidak efektif membentuk tim yang solid. Namun hal itu memang tak bisa dihindarkan selama PSSI belum menggelar kompetisi untuk para pemain U-19. Sebenarnya Indra Sjafri melakukan “blusukan” untuk mencari pemain pilihannya sendiri adalah upaya terobosan yang bisa dikatakan “out of the box” karena federasi belum memiliki sistem penjaringan pemain muda yang ideal. Keberhasilan Tim Garuda Jaya menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan meraih tiket putaran final Piala AFC U-19 2014 mestinya menjadi momentum bagi PSSI untuk introspeksi diri. Setidaknya Piala Suratin untuk para pemain U-18 yang sempat vakum beberapa tahun sudah diaktifkan kembali tahun 2014 ini.

kesedihan evan dkk

Indra Sjafri sudah menunjukkan kualitasnya menangani para pemain muda hingga mampu meraih gelar juara. Sebenarnya dia layak menangani timnas U-19 generasi selanjutnya, tapi PSSI ternyata memutus kontrak pelatih yang dikenal dengan kepercayaan dirinya yang tinggi itu. Lantas bagaimana nasib Evan Dimas dkk? Mulai tahun 2015 mereka akan mengawali karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola. Mudah-mudahan para pelatih klub Liga Super Indonesia bersedia memberi kesempatan bertanding kepada mereka. Harapan kita, ada di antara mereka yang bisa direkrut klub-klub asing. Bermain di luar negeri menjadi sarana Evan Dimas dkk menimba ilmu yang lebih tinggi sebagai pemain yang akan menjadi andalan Skuat Garuda di masa depan.

Beberapa pemain timnas U-19 sudah sempat dipanggil Alfred Riedl untuk mengikuti latihan timnas senior, meski hanya Evan Dimas yang dimasukkan ke dalam 35 pemain yang didaftarkan PSSI ke panitia Piala AFF 2014. Tapi setidaknya mereka mendapat pengalaman baru setelah menjalani pelatnas jangka panjang. Jika mereka tampil baik bersama klubnya, tidak mustahil mantan pemain timnas U-19 akan menjadi bagian dari timnas U-23 yang akan bertanding di SEA Games 2015.

Problema di Divisi Utama
Sejumlah hal buruk lainnya terjadi dalam babak delapan besar Divisi Utama. Dua suporter kehilangan nyawanya. Muhammad Ikhwanuddin, suporter PSCS Cilacap tewas ditusuk dan Joko Riyanto meninggal dunia setelah diamuk massa dalam laga Persis Solo vs Martapura FC pada Rabu (22/10) di Solo. Selain itu, beberapa pertandingan Divisi Utama tidak terlaksana karena sejumlah tim memilih tidak hadir di lokasi dan bersedia diputuskan kalah WO. Seolah menjadi klimaks permasalahan di Divisi Utama adalah terjadinya “sepak bola gajah” dalam laga PSS Sleman vs PSIS Semarang. Terjadi lima gol bunuh diri dalam pertandingan yang berlangsung Minggu (26/10) di lapangan AAU Yogyakarta. Kedua tim yang sudah lolos ke semifinal diduga takut menghadapi Borneo FC yang selama ini diasumsikan menjadi “anak emas” oknum petinggi PSSI. Komisi Disiplin PSSI memang telah mendiskualifikasi PSS dan PSIS, tapi masih banyak masalah menumpuk dan nama sepak bola Indonesia telanjur tercoreng kembali.

persib-bandung-vs-persipura-final-isl-2014-persib-juara-SIM_6071

Mudah-mudahan pada November ini langit kembali cerah. Liga Super Indonesia 2014 berakhir dengan sang juara baru Persib Bandung memenangi partai final melawan Persipura Jayapura dengan skor adu penalti 5-3 (2-2) pada Jumat (7/11). Selanjutnya timnas senior Indonesia akan mulai berlaga di Piala AFF 2014 sejak 22 November 2014. Dua uji coba melawan Timor Leste (11/11) dan Suriah (14/11) menjadi persiapan terakhir Firman Utina dkk untuk menghadapi turnamen sesungguhnya, meski dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Tim Merah-Putih menang 4-0 atas Timor Leste dengan gol dicetak oleh Sergio van Dijk, Zulham Zamrun, Evan Dimas, dan Samsul Arif.

evan dimas gol debut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: