h1

Milan Menanggung Risiko Sendiri

Januari 23, 2015

AC Milan mengawali tahun 2015 dengan hasil memprihatinkan. Tiga kali laga di Serie musim 2014/15 dilewati Rossoneri dengan kalah 1-2 dari Sassuolo 1-2 (6/1), bermain seri 1-1 dengan Torino (11/1), dan kalah 0-1 dari Atalanta (18/1). Dalam klasemen Serie A giornata 19, Milan mengoleksi poin 26, sama dengan Inter Milan dan Genoa. Ketiga tim sudah 19 kali main, 5 kali menang, 8 kali seri, dan 5 kali kalah. Milan, Inter, dan Genoa pun menempati posisi 8, 9, dan 10 dengan hanya dibedakan rekor gol dan rekor pertemuan di antara ketiga tim belaka.

el shaarawy_pazzini

Tim Merah-Hitam baru merasakan kemenangan pertamanya di tahun 2015 ketika mengalahkan Sassuolo 2-1 (14/1) dalam babak 16 besar Coppa Italia di San Siro. Milan pun melaju ke babak perempat final. Gol kemenangan dicetak Giampaolo Pazzini dan Nigel de Jong. Yang menarik, Filippo Inzaghi menurunkan delapan pemain Italia dalam tim inti, yaitu : Christian Abbiati, Ignazio Abate, Mattia de Sciglio, Andrea Poli, Giacomo Bonaventura, Alessio Cerci, Stephan El Shaarawy, dan Giampaolo Pazzini. Hanya tiga pemain non-Italia : Alex, Cristian Zapata, dan Nigel de Jong. Dua pemain pengganti pun Italiano, Daniel Bonera dan Riccardo Montolivo. Mungkin Pippo bisa memainkan lebih banyak pemain Italia lagi dalam starting eleven Milan selanjutnya agar kemenangan kembali diraih.

Nama Keisuke Honda dipastikan absen sepanjang Januari karena mesti membela Jepang di Piala Asia 2015 Australia. Sementara itu Fernando Torres telah dilepas ke Atletico Madrid dan ditukar dengan Alessio Cerci. Satu pemain baru yang juga hadir adalah Suso, pemain sayap Spanyol asal klub Liverpool.

cerci _inzaghi

Tiga kali bermain di Serie A tanpa kemenangan, otomatis terancamlah posisi Inzaghi. Tapi mesti diingat bahwa pihak manajemen sudah mantap memilih Pippo sebagai allenatore Milan, meski yang bersangkutan belum berpengalaman menangani tim senior di Serie A. Sama dengan saat Clarence Seedorf ditunjuk untuk menggantikan Massimiliano Allegri pertengahan musim lalu, seorang pelatih baru yang merintis kariernya jelas memerlukan waktu demi membuktikan kualitasnya. Mengharapkan Seedorf atau Inzaghi seperti Pep Guardiola di Barcelona tempo hari bagaikan menanti bintang jatuh semata. Keajaiban tidak datang pada setiap pelatih muda di musim debutnya.

Milan di bawah Inzaghi sebenarnya bermain cukup baik, sering mendominasi pertandingan, tapi sayangnya tidak selalu bisa menang. Inzaghi mesti belajar lebih baik agar timnya bermain lebih efektif, stabil, dan berbuah positif. Apa yang terjadi pada Milan saat ini memang sebuah risiko yang mestinya sudah diprediksi sejak semula. Tampaknya Inzaghi mesti siap dipecat dalam waktu dekat. Dua pelatih kawakan sudah disebut-sebut bakal menggantikan posisinya, Cesare Prandelli dan Luciano Spaletti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: