h1

Momentum Timnas Indonesia pada Maret 2015

Maret 25, 2015

Maret 2015 menjadi kesempatan bagi timnas Indonesia berlaga kembali, setelah terakhir bermain di Piala AFF 2014 pada November tahun lalu. Dua jadwal pertandingan bagi Skuat Garuda sudah ditetapkan PSSI sesuai kalender FIFA, yaitu menjamu Kamerun (25/3) dan Myanmar (28/3) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Dua laga tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki posisi Indonesia dalam peringkat FIFA. Indonesia berada di nomor 156 dalam rangking FIFA edisi Maret 2015.

Kendati sudah beberapa bulan timnas senior tidak memiliki pelatih, tapi PSSI tak kunjung menetapkan nama baru untuk menggantikan Alfred Riedl. Benny Dollo hanya ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk dua pertandingan timnas bulan ini. PSSI beralasan tertundanya LSI 2015 akan menyulitkan pelatih baru permanen –yang direncanakan berasal dari mancanegara- dalam melakukan seleksi pemain. Benny Dollo yang sedang berstatus sebagai pelatih Sriwijaya FC dipilih karena pengalamannya selama ini, termasuk pernah dua kali menangani Tim Merah Putih.

Sebenarnya jika pelatih timnas yang baru sudah dikontrak sejak awal 2015, dia sudah bisa memantau para pemain yang menjalani laga pramusim bersama klubnya masing-masing. PSSI memilih menghemat pengeluaran ketimbang menggaji pelatih asing selama beberapa bulan tanpa pertandingan.

Setelah dua laga persahabatan bulan ini, sebaiknya PSSI segera menunjuk pelatih resmi untuk timnas senior, yang setidaknya dikontrak hingga dua tahun ke depan. April mendatang LSI 2015 sudah dimulai dan pelatih baru bisa mengawali tugasnya untuk membentuk skuat pilihannya yang akan mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018 sekaligus Kualifikasi Piala Asia 2019 pada Juni 2015 nanti.

timnas indonesia latihan

Kita tak perlu berharap banyak pada penampilan timnas senior saat ini. Benny Dollo berencana memanggil mayoritas pemain yang bertanding di Piala AFF 2014, sehingga kecil peluangnya melihat nama-nama baru memperkuat Tim Merah Putih. Apalagi para pemain muda seperti Manahati Lestusen, Evan Dimas, dan Ilham Udin mesti memperkuat timnas U-22 di saat yang bersamaan. Meskipun demikian, nama-nama seperti Ferdinand Sinaga (SFC), Bayu Gatra (Bali United), dan Rizky Pellu (Mitra Kukar)  berpeluang kembali mengenakan kostum Garuda di dada, setelah mereka tidak menjadi andalan timnas era Alfred Riedl. Sejumlah pemain bisa jadi menjalani debutnya bersama timnas, seperti Kim Jeffrey Kurniawan (PBR), Johan Alfarizi (Arema), maupun Bio Paulin (Persipura) yang baru resmi menjadi WNI pada Senin lalu (23/3).

Kualifikasi Piala AFC U-23

Selain timnas senior, Maret 2015 juga akan menjadi saat yang tepat bagi timnas U-22 menjalani laga resmi dalam Kualifikasi Piala Asia (AFC) U-23 2016. Indonesia menjadi tuan rumah kualifikasi di Jakarta, bersaing dengan Timor Leste (27/3), Brunei Darussalam (29/3), dan Korea Selatan (31/3). Tim besutan Aji Santoso pada Februari-Maret 2015  telah empat kali melakukan ujicoba internasional, yaitu  menghadapi Suriah, Malaysia, dan Vietnam. Hasilnya adalah sekali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah. Materi timnas Indonesia U-22 merupakan kombinasi dari mereka yang pernah menjadi pemain timnas U-19 (Evan Dimas, Ilham Udin, Hansamu Yama, Muchlis Hadi, dkk) yang dipadukan dengan pemain yang lebih berpengalaman, seperti Teguh Amiruddin, Manahati Lestusen, dan Hendra Adi Bayauw. Ada pula pemain muda lainnya yang mencuat bersama klubnya dalam pramusim, seperti  Ahmad Nufiandani (Arema), Adam Alis Setyano (Persija), dan Antoni Putro Nugroho (Barito Putera).

evan-dimas-indonesia-vs-laos

Timor Leste dan Brunei di atas kertas masih bisa diatasi oleh Skuat Garuda Muda, meski mereka mesti diwaspadai progresi kekuatannya. Sementara untuk Korsel, Evan Dimas dkk pernah berpengalaman mengalahkan Tim Ginseng 3-2 pada Kualifikasi Piala AFC U-19 pada tahun 2013 di Jakarta. Artinya, sudah bukan masanya lagi menganggap Korsel sebagai monster.

Mudah-mudahan aksi timnas senior dan timnas U-22 Indonesia pada akhir Maret 2015 mampu sedikit menjadi hiburan segar bagi bangsa Indonesia yang tengah dilanda beragam masalah, seperti konflik KPK-POLRI dan melemahnya nilai rupiah dari dollar. Selamat berjuang, Evan Dimas dan kawan-kawan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: