h1

Yang Baru di LSI 2015

April 14, 2015

Pengantar

Tulisan ini dibuat pada pertengahan Maret 2015, lalu dikirim dan dimuat di sebuah majalah yang terbit pada April 2015. Liga Super Indonesia 2015 akhirnya jadi bergulir sejak 4 April 2015 dengan nama resmi QNB League 2015 by ISL. Qatar National Bank menjadi sponsor utama untuk tiga musim ke depan dan menjadi salah satu hal baru dalam LSI 2015.

Sayang sekali, konflik Menpora-BOPI vs PSSI/PT Liga Indonesia masih terus berlanjut  dan cenderung kian memanas hingga melibatkan FIFA. Hal itu berawal dari keputusan Menpora melarang Arema Cronus dan Persebaya sebagai peserta liga dengan alasan yang tidak jelas benar salahnya. LSI 2015 pun untuk sementara dihentikan, rencananya hingga usainya Kongres PSSI 18 April 2015. Maka lanjutan LSI 2015 pun kini tanpa kepastian, setelah peserta liga rata-rata telah melakoni dua laga. Penghentian sementara kompetisi akibat faktor nonteknis pun menjadi salah satu hal baru. 

Sejumlah Hal Baru di LSI 2015

Liga Super Indonesia (LSI) 2015 yang semula dijadwalkan dimulai 20 Februari 2015 telah ditunda oleh Menpora Imam Nahrawi, berdasarkan rekomendasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dan Tim Sembilan bentukan Menpora. Hal itu memang mengecewakan banyak pihak, namun sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh elemen untuk memperbaiki diri, baik itu PSSI, PT Liga Indonesia, maupun tim-tim peserta LSI.

Jika tiada aral gendala lagi, LSI 2015 bakal digelar sejak 4 April 2015. Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tahun ini diikuti oleh 18 tim yang tersebar di Sumatra (2), Jawa (7), Bali (1), Kalimantan (4), Sulawesi (1), dan Papua (3). Persik Kediri dan Persiwa Wamena dicoret PT Liga Indonesia karena tidak memenuhi syarat finansial. Sejumlah tim lainnya yang memiliki masalah keuangan tetap mendapat lisensi berlaga di liga paling atas. Selanjutnya kita akan membahas beberapa hal baru dalam LSI 2015.

Yang pertama, kompetisi berlangsung dalam satu wilayah. Seluruh 18 tim peserta akan melakoni 34 laga dalam semusim. Hal ini berbeda dengan LSI 2014 yang terdiri dari 22 tim dan dibagi dalam dua grup. Musim lalu, Persib menjadi juara dengan mengalahkan Persipura, setelah melewati perjalanan panjang : penyisihan grup, delapan besar, semifinal, hingga final di Palembang.

persib-dan-semen-padang-di-laga-perdana-isl-2015_663_382 (1)

Juara Divisi Utama 2014, Pusamania Borneo FC, menjadi satu-satunya pendatang baru di LSI tahun ini. PBFC menjadi peserta Divisi Utama setelah mengakuisisi Perseba Super Bangkalan. Sebenarnya PBFC promosi bersama Persiwa, tim yang akhirnya dieliminasi PT LI, sehingga batal berlaga di LSI 2015.

Mulai tahun 2015, pencinta sepak bola di Bali dapat menyaksikan langsung LSI, setelah Persisam Putra Samarinda hijrah dari Samarinda dan berganti nama menjadi  Bali United Pusam. Tim dengan nama baru itu bermarkas di Stadion Dipta Kabupaten Gianyar.

Yang menarik ditunggu adalah kiprah mantan pelatih timnas U-19 dan timnas senior Indonesia. Indra Sjafri, yang namanya menanjak ketika menangani timnas U-19, tahun ini menjadi pelatih Bali United. Alfred Riedl, yang terakhir membesut timnas senior di Piala AFF 2014, kini merupakan pelatih PSM Makassar. Selain Riedl (Austria), terdapat dua pelatih asing yang memulai petualangan barunya di Indonesia, yaitu : Scott Cooper (Mitra Kukar/Inggris) dan Osvaldo Lessa (Persipura/Brasil). Lessa sendiri tidak benar-benar baru karena sebelumnya pernah menjadi asisten Jacksen F Tiago, sebelum ditunjuk menjadi pelatih kepala Persipura.

Yang juga menarik dinanti adalah aksi para pemain muda mantan timnas Indonesia U-19 tahun 2013-2014. Evan Dimas, Ravi Murdianto, Maldini Pali, Yabes Roni, dan kawan-kawan akan menjalani debutnya sebagai pemain sepak bola profesional. Mereka beredar di sejumlah klub LSI, seperti : Persebaya, Mitra Kukar, Barito Putera, PSM, Persiba Balikpapan, dan Bali United.

Hal baru lainnya adalah pembatasan pemain asing. Klub peserta LSI 2015 hanya diperbolehkan memiliki maksimal tiga pemain asing. Musim kemarin, setiap klub masih diperkenankan mengontrak lima pemain asing, meski hanya boleh menurunkan empat orang di antaranya. Pembatasan tersebut membuat klub harus selektif dalam memilih pemain asing terbaik. Lalu dengan berkurangnya jumlah pemain asing, potensi pemain lokal bisa lebih terangkat ke permukaan. Apalagi klub peserta kompetisi Divisi Utama 2015 justru dilarang memakai pemain asing sama sekali.

arema vs persija_samsul vs ilham

LSI 2015 mencatat kembalinya dua orang pelatih dan sejumlah pemain ke klub yang pernah dibelanya. Pelatih Rahmad Darmawan kembali ke Persija dan Nilmaizar kembali ke Semen Padang. Sementara itu, Bambang Pamungkas, Ambrizal, M.Ilham, dan Greg Nwokolo kembali memperkuat Persija. Dedi Kusnandar juga kembali bermain untuk Persib, setelah beberapa musim memperkuat Pelita Jaya, Arema, dan Persebaya. Selain itu, ada pula pemain Indonesia yang pulang seusai semusim merantau di Liga Malaysia, yaitu Hamka Hamzah (PKNS FC ke PBFC) dan Patrich Wanggai (T-Team FC ke Sriwijaya FC).

Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi Belanda menjalani debutnya di LSI bersama Persija. Pemain yang pernah sekali memperkuat timnas Indonesia tersebut musim lalu bermain di Consodale Sapporo (Jepang). Beberapa pemain asing juga baru bermain di LSI, seperti trio Persija : Martin Vunk (Estonia), Yevgeni Kabayev (Rusia), dan  Alan Aciar (Argentina).

Dengan segala problema dan kekurangannya, semoga LSI 2015 dapat berlangsung baik dan lancar. Seiring dengan hal itu, mudah-mudahan nasib sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih apik pula di tahun 2015.

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No. 162 – April 2015.

Iklan

One comment

  1. Ada beberapa perubahan terjadi setelah sejumlah tim menjalani dua laga dalam QNB League 2015. Pelatih kepala PSM, Alfred Riedl, belum sanggup memimpin timnya dan hingga awal April 2015 masih berada di Austria karena alasan kesehatan. PSM untuk sementara ditangani oleh Hans Peter Schaller, yang sebelumnya merupakan asisten Riedl. Sementara itu, posisi Martin Vunk (Estonia) sebagai salah satu pemain asing Persija digantikan oleh Rohit Chand (Maladewa) karena gelandang asal Eropa Timur itu cedera dan harus menepi dari lapangan selama sekian bulan.
    Dan satu hal lagi, Pelita Bandung Raya resmi pindah kandang ke Stadion Patriot Bekasi dan melakukan merger dengan Persipasi. Singkatan PBR pun akan berubah menjadi Persipasi Bandung Raya.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: