h1

Pemain Inggris Andalan Liverpool dan MU

Agustus 18, 2015

Barangkali sudah sekitar satu dekade terakhir, tim-tim papan atas Liga Inggris semakin jarang memberi kepercayaan terhadap pemain lokal. Tekanan besar untuk menjadi juara dari pemilik klub kaya -yang rata-rata orang asing- membuat bakat-bakat muda Inggris tersisihkan dan susah naik ke permukaan. Regulasi FA (Football Association) Inggris juga sangat membuka peluang pemain asing mendominasi klub peserta English Premier League (EPL). Maka layaklah andaikata para pemain dari berbagi penjuru dunia justru lebih banyak menjadi bintang Liga Inggris. Kita sebut saja sejak masa jayanya Thierry Henry (klub : Arsenal/negara : Prancis), Didier Drogba (Chelsea/Pantai Gading), Cristiano Ronaldo (Manchester United/Portugal), dan Fernando Torres (Liverpool/Spanyol), hingga era Gareth Bale (Tottenham Hotspur/Wales), Luis Suarez (Liverpool/Uruguay), Sergio Aguero (Manchester City/Argentina), dan Eden Hazard (Chelsea/Belgia).

Stoke-City-vs-Liverpool

Namun ada sedikit hal yang berbeda ketika kita melihat sejumlah laga pekan perdana EPL 2015/16 yang berlangsung sejak 8 Agustu 2015 lalu. Dua klub berkostum merah yang sarat dengan tradisi juara, Liverpool dan Manchester United, masing-masing menurunkan enam dan lima pemain berkebangsaan Inggris dalam tim inti. Sesuatu yang mungkin layak disebut sebagai anomali. The Reds yang unggul 1-0 dalam laga tandang melawan Stoke City, memainkan Nathaniel Clyne, Joe Gomez, Jordan Henderson, Jordon Ibe, Adam Lallana, dan James Milner sejak sepak mula. Clyne, Gomez, dan Milner merupakan rekrutan anyar tim besutan Brendan Roodgers. Sementara itu The Red Devils yang menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, memberi kesempatan kepada Chris Smalling, Luke Shaw, Michael Carrick, Ashley Young, dan Wayne Rooney berlaga sedari menit pertama. Kelimanya bukan pemain baru dalam skuat asuhan Louis van Gaal dan masih berstatus sebagai pemain timnas Inggris saat ini. Pada sisi lain, Chelsea (juara EPL musim lalu) dan Manchester City (peringkat ketiga) secara kebetulan hanya menurunkan dua pemain lokal, yaitu John Terry-Gary Cahill (Chelsea) dan Joe Hart-Raheem Sterling (City). Arsenal (peringkat kedua) malah tampil dengan sebelas pemain asing seutuhnya. Theo Walcott menjadi satu-satunya pemain Inggris yang turun sebagai pemain pengganti. Tapi bukan hal yang aneh bagi Arsene Wenger yang cenderung lebih mengandalkan pemain non-Inggris selama ini. Sementara itu Leicester City yang tampil mengejutkan pada pekan pertama, justru memunculkan dua nama pemain Inggris sebagai pencetak gol, James Vardy dan Marc Albrighton, ketika mengalahkan Sunderland dengan skor 4-2.

Generated by  IJG JPEG Library

Generated by IJG JPEG Library

Roy Hodgson sebagai pelatih timnas Inggris tentu berharap Liverpool dan United tetap konsisten mengutamakan aksi para pemain lokal tersebut, apalagi jika lebih banyak klub EPL melakukan serupa. Hodgson jelas akan terbantu dalam upayanya membangun timnas Inggris yang bisa menghadirkan prestasi di masa depan dan tidak menjadi tim yang sebatas jagoan di atas kertas. Merupakan tantangan besar baginya memunculkan bintang-bintang lokal baru, sepeninggal David Beckham, Paul Scholes, Rio Ferdinand, Ashley Cole, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan rekan-rekan seangkatannya yang telah pensiun dari The Three Lions. Publik Inggris tentu berharap ada nama-nama lain yang bisa dibanggakan, sebagaimana Harry Kane (Tottenham Hotspur), Ross Barkley (Everton), John Stones (Everton), Calum Chambers (Arsenal), dan Eric Dier (Tottenham Hotspur) yang cukup mencuri perhatian pada EPL musim 2014/15 kemarin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: