Archive for the ‘Esai/Opini’ Category

h1

Tiada Lagi Sepak Bola di Blog Ini

Februari 27, 2016

Sejak memulai blog ini pada Oktober 2007, sepak bola merupakan salah satu materi yang dominan. Apalagi cukup banyak tulisan saya yang pernah dimuat di media massa dan blog ini menjadi sarana dokumentasi yang memadai. Namun pada awal 2015 minat saya membahas olah raga terpopuler sejagad itu mulai meluntur, bahkan sempat mengalami hiatus selama berbulan-bulan. Dan saya memutuskan tidak akan lagi menulis tentang sepak bola di blog ini terhitung sejak tahun 2016.

Terjadinya konflik antara Menpora Imam Nahrawi dan PSSI yang berbuntut hukuman FIFA terhadap sepak bola Indonesia menjadi alasan utama. Pada saat silam saya hampir selalu ikut urun rembuk dengan tulisan-tulisan saya ketika terjadi konflik di PSSI. Tapi saya sudah begitu lelah dan jenuh mendengar lagi kisah konflik yang mesti terjadi di luar lapangan hijau. Terlalu dongkol, marah, sedih, dan kecewa membuat saya tak lagi merasa punya energi. Maka saya memutuskan untuk puasa menulis hal ihwal sepak bola di tanah air tercinta hingga kondisi kembali normal, entah akan sampai kapan. Saya hanya bisa berdoa dan tak mau berkomentar apa-apa.

Alasan lainnya adalah nasib buruk tiga klub favorit saya di Eropa (AC Milan, Manchester United, dan Real Madrid) sepanjang musim 2014/15. Selain itu, ruang berekspresi bagi para penulis  sepak bola di media massa terus berkurang dan nyaris tiada lagi. Tabloid SOCCER sudah berhenti terbit, lalu rubrik Suara Tifosi di Tabloid BOLA dihilangkan, dan puncaknya adalah Harian BOLA pun berhenti terbit pada tahun 2015. Padahal Harian BOLA memiliki rubrik Opini Publik (sebelumnya bernama OPOSAN di Tabloid BOLA) yang selama sekitar tiga tahun terakhir memberikan honor lumayan bagi kami penggemar sepak bola yang hobi menulis. Masih ada lagi sebuah masalah teknis yang membuat saya berhenti di sini. Tapi sejak 28 Januari 2016 sebenarnya saya sudah memutuskan membuat blog khusus bertema sepak bola dan mungkin juga seputar olah raga lainnya. Silakan singgah di http://bolalou.blogspot.co.id/

 

h1

Menjelang Kepergian Ibunda

Januari 6, 2016

Saban tiba menjelang pergantian warsa, hingga menjelmalah angka tahun yang baru, senantiasa aku terkenang pada mendiang Ibunda. Sembilan tahun sudah tak dapat kutemui ibuku dalam keseharian di atas buana. Benakku beranjak menuju masa silam, pada sejumlah hari sebelum kepergian selamanya perempuan yang sungguh kusayangi. Ketika itu sebenarnya Ibu telah berada di rumah kembali selama hampir dua bulan. Beliau sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit sekitar dua pekan lantaran mengalami gangguan jantung dan ginjal. Sebagai upaya memulihkan kesehatannya, kata dokter tiada pilihan lain bagi Ibu kecuali menjalani cuci darah secara rutin seminggu dua kali.
Sesungguhnya tak mudah bagi ibuku menuruti saran dokter. Aku paham, beliau pernah memiliki pengalaman buruk dengan masalah cuci darah. Beberapa tahun sebelum Ibu diopname, seorang paman beliau sakit keras dan mesti menjalani cuci darah berkali-kali. Akhirnya sang paman padam nyawa. Masalahnya, Ibu adalah orang yang selalu mendampingi pamannya berhubung almarhum tidak berkeluarga. Lagi pula keluarga kami merupakan kerabatnya yang paling dekat. Ibu akhirnya bersedia darahnya dicuci, tapi cukup sekali, tak sudi andaikata lebih lagi. Alasan Ibu sederhana saja, beliau tak ingin terlalu merepotkan anak-anaknya yang mesti mengantarnya ke rumah sakit. Belum lagi biayanya pun besar untuk melakukan hal itu. Tentu saja sebenarnya kami tak akan keberatan, termasuk berupaya menyediakan berapa pun dananya. Kami toh melakukannya demi ibu yang sungguh kami sayangi, apalagi Bapak sudah lama tiada. Tapi aku beserta kakak-kakakku menghargai pilihan beliau. Pengalaman buruk cuci darah mendiang sang paman pasti belum sirna dari benak Ibu.
Sesudah cuci darah yang hanya sekali itu, beliau mencoba melakukan pengobatan alternatif. Saban tiba akhir pekan, kuantarkan Ibu ke sebuah desa dalam rangka berobat pada seseorang yang memiliki keterampilan menyembuhkan berbagai penyakit. Kondisi tubuh Ibu tampak sempat membaik selama beberapa saat. Indikasinya terlihat ketika beliau mengeceknya di laboratorium umum kesehatan. Aktivitasnya pun sempat berjalan biasa, misalnya mengikuti acara pengajian atau menghadiri pertemuan keluarga besar. Namun hal tersebut nyatanya tak berlangsung lama. Yang terjadi sehabis itu malah penurunan kondisi tubuh yang sangat drastis. Ibu kemudian hanya bisa terbaring lemah di atas dipan. Akhirnya kami memutuskan membawa orangtua kami yang tinggal satu kembali ke rumah sakit. Masih lekat kuingat, hari itu Jumat pagi, tanggal 29 Desember.

***

Malam tahun baru, seorang diri di serambi lantai kesekian rumah sakit aku berdiri. Kusaksikan langit terang benderang oleh nyala kembang api dari beragam penjuru kota. Seingatku, baru sekali itu dapat kutatap secara leluasa kemeriahan malam pergantian tahun. Sayang sekali, di sampingku tiada sesiapa yang kukenal, apalagi orang-orang yang kusayangi. Dalam hati aku bersyukur masih diberi waktu mengalami satu lagi tahun baru. Secara khusus kumohon pada Tuhan, agar di tahun yang baru ibuku masih diberi anugerah berupa kesembuhan dari segala sakitnya dan kembali sehat seperti sediakala. Sudah memasuki malam ketiga aku menunggui Ibu di rumah sakit. Sehari setelah masuk rumah sakit dalam kondisi tidak sadar, beliau sempat membuka matanya dan mengatakan sesuatu tanpa suara. Setelah itu Ibu kembali terlelap, tanpa kami tahu kapan akan terjaga kembali. Kerabat kami yang menjadi dokter menyatakan bahwa harapan kesembuhan Ibu masih ada, tapi ia menganjurkan kami agar lebih banyak berdoa.
Pagi hari pertama tahun baru, Ibu mesti menjalani cuci darah. Sesungguhnya sejak masuk rumah sakit lagi, dokter sudah memutuskan akan melakukannya, tapi baru bisa terlaksana tiga hari kemudian berhubung harus mengantri. Ternyata cuci darah gagal dilaksanakan. Tubuh Ibu menolak proses medis tersebut. Terus terang, aku tak punya firasat apa-apa. Sekadar kucoba memahami bahwa Tuhan mungkin sedang mengabulkan keinginan Ibu yang enggan melakukan cuci darah lagi. Justru Mbak Atik, kakakku, yang wajahnya tampak memucat, ketika memberitahuku -yang menunggu di luar ruangan- tentang gagalnya proses cuci darah itu.
Tak lama berselang, Eyang Putri hadir dari Jakarta ditemani Om Adi, pamanku yang paling muda. Beliau duduk di kursi roda karena masih lelah seusai menempuh perjalanan darat Jakarta-Yogyakarta, namun wajah beliau tampak sangat tegar. Jujur saja, rada aneh aku menyaksikannya. Aku dan Mbak Atik kemudian menemani Eyang Putri beserta Om Adi menemui Ibu. Ada sesuatu yang tak terduga terjadi. Ibu membuka matanya dan meneteskan air mata, ketika Eyang Putri tepat berada di sampingnya. Entah pertanda apakah, aku tak berani berpikir lebih lanjut.
Kami meninggalkan rumah sakit sewaktu kakakku yang lain berdatangan, kendati belum semuanya. Kondisi Ibu sendiri relatif stabil dan tubuhnya yang bergeming dibawa kembali ke kamar rawat inapnya, sesudah proses cuci darahnya tidak berhasil dilakukan. Aku pulang bersama Eyang Putri dan Om Adi yang kuturunkan di rumah mertua Mbak Tari, kakakku lainnya. Aku diminta kakakku melakukannya karena aku sendiri belaka di rumah. Sementara ada Mbak Tari dan ibu mertuanya yang bisa melayani nenekku.
Telah kumiliki sejumlah rencana setibaku di rumah. Langsung kujalankan satu demi satu, dimulai dari menyiram tanaman, lalu kucukur kumis dan jenggotku yang sudah beberapa hari tumbuh memenuhi wajahku. Sehabis itu aku berencana mandi, makan siang, lantas kembali ke rumah sakit. Tapi kemudian Mbak Tari meneleponku, katanya kondisi fisik Ibu melemah. Aku sekadar sempat cuci muka, mengenakan baju bersih, dan bergegas pergi ke rumah mertua kakakku. Begitu aku sampai, Mbak Tari ternyata baru mendapat kabar lagi dari suaminya bahwa keadaan Ibu sudah membaik. Kami pun sepakat menunda rencana ke rumah sakit. Aku malah diajak makan siang bersama Eyang Putri dan juga Om Adi.
”Ibumu itu sosok yang begitu baik. Mungkin hanya satu di antara seribu orang yang seperti ibumu,” kata Eyang Putri.
Tubuhku bergeming belaka menyimak ucapan nenekku tentang putri kesayangannya, namun hatiku bergetar mendengarnya. Kuingat kondisi terakhir Ibu yang lemah tanpa daya di rumah sakit. Tinggal keajaiban Tuhan belaka yang kuharap bakal datang menyelamatkan nyawa perempuan yang melahirkanku ke dunia. Tiba-tiba kakakku menerima telepon dari suaminya yang memberitahukan bahwa kondisi Ibu kembali memburuk. Kali ini aku, Mbak Tari dan Om Adi segera bergegas menuju rumah sakit tanpa menundanya lagi. Eyang Putri memilih tetap berada di rumah mertua kakakku.
Kami bertiga datang terlambat ternyata. Begitu memasuki bangsal tempat ibuku dirawat, kakak iparku menyambut kedatangan kami dan mengatakan sesuatu dengan lirih.
”Baru saja Ibu sudah pergi. Kalian yang tegar ya, Dik.”
Aku dan Mbak Tari memasuki kamar menemui kakak-kakak kami yang berurai air mata. Kami pun saling berpelukan, berpadu dalam kesedihan yang sama. Seseorang yang sangat berarti sepanjang hidupku telah pergi untuk kembali ke hadirat Ilahi. Mesti berupaya keras diriku agar ikhlas menerima ketentuan-Nya. Maka sejak saat itu, sebatas menjadi kenanganlah segala hal tentang Ibunda. Hanya mampu kurasakan rindu, tanpa tahu bila waktunya dapat bertemu lagi dengan dirinya. Kadangkala sosok mungilnya hadir belaka dalam sejumlah bunga tidurku, tanpa kami bisa berkata-kata.

# Cerpen ini dimuat di Suara Merdeka Minggu, 3 Januari 2016. 

h1

Benang Merah Pemain Baru Manchester United

Oktober 13, 2015

Demi menjalani musim 2015/16 yang lebih cemerlang, Manchester United telah merekrut lima pemain anyar, yaitu : Sergio Romero (Sampdoria), Matteo Darmian (Torino), Morgan Schneiderlin (Southampton), Bastian Schweinsteiger (Bayern Muenchen), dan Memphis Depay (PSV Eindhoven). Maka tidak masalah bagi United melepas para pemain lawas ke klub lainnya, seperti Robin van Persie (Fenerbahce), Radamel Falcao (Monaco/Chelsea), Rafael da Silva (Lyon), dan Angel di Maria (PSG). Manajer Louis van Gaal bahkan langsung menurunkan seluruh pemain barunya dalam pertandingan pertama EPL 2015/16 yang berbuah kemenangan 1-0 atas Tottenham Hotspur pada 8 Agustus 2015. Romero, Darmian, Schneiderlin, dan Memphis bermain sejak sepak mula, sementara Schweinsteiger turun sebagai pemain pengganti.

Manchester-United-vs-Tottenham

Jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata rekan-rekan paling gres Wayne Rooney dkk memiliki hubungan satu sama lain. Pertama, mereka berlima merupakan sesama pemain asing di Liga Inggris : Romero (Argentina), Darmian (Italia), Schneiderlin (Prancis), Schweinsteiger (Jerman), dan Memphis (Belanda). Kedua, terdapat tiga pemain yang sama-sama pernah menjadi anak buah Van Gaal di masa lalu, yaitu  Romero (AZ Alkmaar 2007-2009), Schweinsteiger (Bayern Muenchen 2009-2012), dan Memphis (Belanda 2013-2014). Mereka bertiga pasti sudah saling memahami dengan pelatih kawakan asal Belanda tersebut, sehingga adaptasi bersama Red Devils diharapkan bisa berlangsung lebih cepat. Ketiga, warna seragam klub lama empat pemain -sebelum hijrah ke MU- memiliki unsur merah dalam kostum utamanya : Darmian (Torino – merah marun), Schneiderlin (Southampton – kaos bergaris vertikal merah-putih), Schweinsteiger (Muenchen – kaos bergaris vertikal merah-biru dan celana merah), dan Memphis (PSV Eindhoven – kaos bergaris vertikal merah-putih). Jika Pedro Rodriguez (Barcelona) jadi bergabung ke Old Trafford, maka bertambahlah jumlah pemain dari tim merah. Mereka dipastikan kembali mengenakan kostum berwarna merah ketika menjadi bagian dari United, yang kebetulan mengikat kontrak dengan sponsor apparel baru Adidas sejak 1 Agustus 2015.

Manchester-United-v-Tottenham-Hotspur-Premier-League

Ada hal yang unik pula ketika melihat nomor kostum para pemain baru. Kecuali Memphis yang memilih nomor 7 yang merupakan nomor para bintang Setan Merah, para pemain baru lainnya memilih nomor berangka besar : Romero (20), Schneiderlin (28), Schweinsteiger (31), dan Darmian (36).

Schweinsteiger tercatat dalam sejarah klub sebagai pemain Jerman pertama yang bermain untuk Manchester United. Sementara pemain asing lainnya tinggal memperpanjang daftar yang sudah ada. Giuseppe Rossi, Federico Macheda, dan Massimo Taibi adalah pemain Italia sebelum Darmian. Cukup banyak pemain Prancis yang menjadi bintang United, di antaranya Eric Cantona, Mikael Silvestre, Fabien Barthez, Laurent Blanc, dan Patrice Evra. Cantona dan Evra bahkan pernah menjadi kapten tim ketika meraih sejumlah gelar juara. Schneiderlin pasti sangat termotivasi mengikuti jejak para seniornya. Juan Sebastian Veron, Gabriel Heinze, Carlos Tevez, Angel di Maria, dan Marcos Rojo adalah pemain Argentina sebelum Romero. Sementara itu pemain Belanda yang pernah sukses bersama Red Devils di antaranya adalah Edwin van der Sar, Jaap Stam, Ruud van Nistelrooy, dan Robin van Persie. Daley Blind dan Memphis Depay sedang mencoba mengukir sejarah baru di bawah komado sesama orang Belanda, Louis van Gaal.

** Opini ini pernah dimuat di BolaVaganza September 2015 dan ditulis sebelum Anthony Martial (Monaco/Prancis) bergabung dengan Manchester United.

h1

Pemain Anyar Milan Mulai Bersinar

Agustus 31, 2015

AC Milan telah melakukan sejumlah perubahan menyambut musim baru. Pelatih Filippo Inzaghi, yang hanya bisa menempatkan Rossoneri di nomor 10 klasemen akhir Serie A 2014/15, telah digantikan oleh Sinisa Mihajlovic, yang sebelumnya menangani Sampdoria. Kelebihan Mihajlovic dibandingkan dengan Clarence Seedorf dan Inzaghi (dua pelatih Milan sebelumnya) adalah pengalamannya menangani sejumlah tim sejak 2008 dan sebagian besar adalah klub Serie A (Bologna, Catania, Fiorentina, timnas Serbia, dan Sampdoria). Meski memang pelatih asal Serbia tersebut belum pernah membawa timnya meraih gelar juara selama ini.

Sinisa Muhajlovic AC Milan vow

Kehadiran Bee Taechaubol -pengusaha superkaya dari Thailand- sebagai pemilik baru Milan (menguasai 48 % saham) membuat belanja pemain menjadi sesuatu yang ringan dan bisa menjadi kenyataan, tidak lagi seperti beberapa musim terakhir. Alessio Romagnoli (AS Roma), Andrea Bertolacci (AS Roma), Luiz Adriano (Shakhtar Donetsk), dan Carlos Bacca (Sevilla) adalah sejumlah pemain baru yang direkrut Tim Merah-Hitam dengan harga yang cukup mahal. Pembelian Bacca (30 juta Euro), Romagnoli (25), dan Bertolacci (20) termasuk ke dalam lima pembelian termahal klub Serie A musim 2015/16. Menjelang jendela transfer ditutup, Milan menambah kedalaman skuat dengan meminjam Mario Balotelli (Liverpool) dan membeli Juraj Kucka (Genoa). Beberapa pemain lawas pun kembali ke Milan setelah musim lalu dipinjamkan ke klub lainnya, seperti Antonio Nocerino, Mbaye Niang, dan Alessandro Matri.

fiorentina kalahkan milan 2-0/

Milan menjalani laga resmi perdananya pada Senin (17/8) dengan menang 2-0 atas Perugia di Coppa Italia. Keisuke Honda dan Luiz Adriano menjadi pencetak gol tim besutan Mihajlovic. Sayangnya, Rossoneri kalah 0-2 dari Fiorentina pada giornata 1 Serie A yang berlangsung Minggu (23/8) di Artemio Franchi. Rodrigo Ely, bek baru Milan asal Brasil mendapat kartu merah dalam laga tersebut. Namun Nigel de Jong dkk mampu bangkit pada giornata 2 dengan menundukkan Empoli 2-1 di San Siro pada Sabtu lalu (29/8). Dua striker anyar asal Amerika Latin, Bacca dan Adriano, menjadi pencetak gol kemenangan Milan. Kendati kabarnya cara bermain Rossoneri tidak mengesankan, tapi meraih tiga poin pertama tetaplah sesuatu yang menggembirakan hati Milanisti di seantero dunia. Para pemain baru sudah mulai menampakkan efek positifnya. Romagnoli, Bertolacci, Bacca, dan Adriano selalu menjadi pemain inti dalam dua laga perdana Serie A yang dimainkan sepanjang Agustus 2015. Nasib Milan pun lebih baik ketimbang Juventus -juara bertahan Serie A yang sedang memburu gelar kelima beruntun- yang dua kali kalah di saat yang sama.

duo-striker-anyar-menangkan-milan

h1

Pemain Inggris Andalan Liverpool dan MU

Agustus 18, 2015

Barangkali sudah sekitar satu dekade terakhir, tim-tim papan atas Liga Inggris semakin jarang memberi kepercayaan terhadap pemain lokal. Tekanan besar untuk menjadi juara dari pemilik klub kaya -yang rata-rata orang asing- membuat bakat-bakat muda Inggris tersisihkan dan susah naik ke permukaan. Regulasi FA (Football Association) Inggris juga sangat membuka peluang pemain asing mendominasi klub peserta English Premier League (EPL). Maka layaklah andaikata para pemain dari berbagi penjuru dunia justru lebih banyak menjadi bintang Liga Inggris. Kita sebut saja sejak masa jayanya Thierry Henry (klub : Arsenal/negara : Prancis), Didier Drogba (Chelsea/Pantai Gading), Cristiano Ronaldo (Manchester United/Portugal), dan Fernando Torres (Liverpool/Spanyol), hingga era Gareth Bale (Tottenham Hotspur/Wales), Luis Suarez (Liverpool/Uruguay), Sergio Aguero (Manchester City/Argentina), dan Eden Hazard (Chelsea/Belgia).

Stoke-City-vs-Liverpool

Namun ada sedikit hal yang berbeda ketika kita melihat sejumlah laga pekan perdana EPL 2015/16 yang berlangsung sejak 8 Agustu 2015 lalu. Dua klub berkostum merah yang sarat dengan tradisi juara, Liverpool dan Manchester United, masing-masing menurunkan enam dan lima pemain berkebangsaan Inggris dalam tim inti. Sesuatu yang mungkin layak disebut sebagai anomali. The Reds yang unggul 1-0 dalam laga tandang melawan Stoke City, memainkan Nathaniel Clyne, Joe Gomez, Jordan Henderson, Jordon Ibe, Adam Lallana, dan James Milner sejak sepak mula. Clyne, Gomez, dan Milner merupakan rekrutan anyar tim besutan Brendan Roodgers. Sementara itu The Red Devils yang menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, memberi kesempatan kepada Chris Smalling, Luke Shaw, Michael Carrick, Ashley Young, dan Wayne Rooney berlaga sedari menit pertama. Kelimanya bukan pemain baru dalam skuat asuhan Louis van Gaal dan masih berstatus sebagai pemain timnas Inggris saat ini. Pada sisi lain, Chelsea (juara EPL musim lalu) dan Manchester City (peringkat ketiga) secara kebetulan hanya menurunkan dua pemain lokal, yaitu John Terry-Gary Cahill (Chelsea) dan Joe Hart-Raheem Sterling (City). Arsenal (peringkat kedua) malah tampil dengan sebelas pemain asing seutuhnya. Theo Walcott menjadi satu-satunya pemain Inggris yang turun sebagai pemain pengganti. Tapi bukan hal yang aneh bagi Arsene Wenger yang cenderung lebih mengandalkan pemain non-Inggris selama ini. Sementara itu Leicester City yang tampil mengejutkan pada pekan pertama, justru memunculkan dua nama pemain Inggris sebagai pencetak gol, James Vardy dan Marc Albrighton, ketika mengalahkan Sunderland dengan skor 4-2.

Generated by  IJG JPEG Library

Generated by IJG JPEG Library

Roy Hodgson sebagai pelatih timnas Inggris tentu berharap Liverpool dan United tetap konsisten mengutamakan aksi para pemain lokal tersebut, apalagi jika lebih banyak klub EPL melakukan serupa. Hodgson jelas akan terbantu dalam upayanya membangun timnas Inggris yang bisa menghadirkan prestasi di masa depan dan tidak menjadi tim yang sebatas jagoan di atas kertas. Merupakan tantangan besar baginya memunculkan bintang-bintang lokal baru, sepeninggal David Beckham, Paul Scholes, Rio Ferdinand, Ashley Cole, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan rekan-rekan seangkatannya yang telah pensiun dari The Three Lions. Publik Inggris tentu berharap ada nama-nama lain yang bisa dibanggakan, sebagaimana Harry Kane (Tottenham Hotspur), Ross Barkley (Everton), John Stones (Everton), Calum Chambers (Arsenal), dan Eric Dier (Tottenham Hotspur) yang cukup mencuri perhatian pada EPL musim 2014/15 kemarin.

h1

Sejumlah Hal Menarik dari Kemenangan Perdana Manchester United

Agustus 11, 2015

Manchester United menundukkan Tottenham Hotspur 1-0 dalam laga pembuka Liga Primer Inggris (EPL) musim 2015/16 pada Sabtu (8/8) di Old Trafford. Gol tunggal United merupakan hasil bunuh diri Kyle Walker yang salah mengantisipasi gerakan Wayne Rooney ketika menerima umpan dari Ashley Young. Louis van Gaal yang tengah berulang tahun ke-64 pada hari itu tentu sangat bersukacita dengan raihan tiga poin perdana, kado indah dari anak asuhnya. Hasil tersebut lebih baik ketimbang awal musim setahun silam, Rooney dkk takluk 0-1 dari Swansea City di pekan pertama.

manchester-united-v-tottenham-hotspur-premier-league2

Sesudah melepas Robin van Persie (Fenerbahce), Radamel Falcao (Monaco/Chelsea), Rafael da Silva (Lyon), dan Angel di Maria (PSG), Setan Merah telah merekrut lima pemain anyar, yaitu : Sergio Romero (Sampdoria), Matteo Darmian (Torino), Morgan Schneiderlin (Southampton), Bastian Schweinsteiger (Bayern Muenchen), dan Memphis Depay (PSV Eindhoven). Sang manajer ternyata langsung memberi kepercayaan empat dari lima pemain tersebut ke dalam tim inti menghadapi Spurs. Romero, Darmian, Schneiderlin, dan Memphis bermain sejak menit pertama, sementara Schweinsteiger baru diturunkan sejak menit ke-60 menggantikan Michael Carrick. Para pemain baru rata-rata bermain cukup baik, bahkan Darmian menjadi pemain terbaik laga tersebut.

Tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang berbeda dengan musim lalu, tim besutan Van Gaal masih dalam proses adaptasi, sehingga gol bunuh diri Walker merupakan keberuntungan tersendiri. Diistirahatkannya David de Gea–yang entah akan bertahan atau hijrah ke Real Madrid-sebagai kiper utama merupakan kejutan bagi penggemar Manchester Merah. Untunglah Romero mampu menjaga gawangnya steril dari kebobolan.

11825810_10153154290067746_6092806066798016183_n

Satu hal yang juga layak dicatat, terdapat lima pemain Inggris bermain sejak sepak mula. Chris Smalling, Luke Shaw, Carrick, Young, dan Rooney bekerja sama dengan pemain Belanda (Daley Blind dan Memphis Depay), Spanyol (Juan Mata), Prancis (Schneiderlin), Italia (Darmian), dan Argentina (Romero). Dibandingkan klub-klub papan atas EPL lainnya, Red Devils hanya kalah jumlah dari Liverpool yang menurunkan enam pemain lokal dalam starting-eleven-nya. Roy Hodgson, pelatih timnas Inggris, barangkali akan lebih kerap menyaksikan pertandingan yang dijalani United maupun Liverpool pada pekan-pekan berikutnya.

Pekan pertama EPL 2015/16 merupakan kesempatan perdana United tampil berlaga dengan kostum terbaru dari Adidas yang resmi berlaku sejak 1 Agustus 2015. Sepanjang laga pramusim, Red Devils masih mengenakan kostum musim lalu dari Nike. Hal itu bakal menjadi motivasi tersendiri bagi segenap awak tim untuk mengembalikan kejayaan MU.

11855649_10153152304357746_2967181409663369722_n

Selanjutnya MU akan bertandang ke Aston Villa pada Jumat (14/8). Rooney dkk bermain lebih awal pada pekan kedua, karena pada Selasa (18/8) mereka akan memainkan leg pertama babak play-off Liga Champion menjamu Club Brugge (Belgia). Leg kedua akan berlangsung Rabu pekan berikutnya (26/8). Jika mampu menyingkirkan Brugge, United akan berlaga di babak utama Liga Champion Eropa 2015/16.

Masih tetap menjadi teka-teki, apakah De Gea jadi meninggalkan Old Trafford? Demikian pula apakah Pedro Rodriguez jadi hijrah dari Barcelona untuk bergabung dengan Mata dan Ander Herrera di MU? Mungkin saja masih akan nama-nama yang menjadi rekan anyar Rooney dkk musim ini.

h1

Yang Baru di LSI 2015

April 14, 2015

Pengantar

Tulisan ini dibuat pada pertengahan Maret 2015, lalu dikirim dan dimuat di sebuah majalah yang terbit pada April 2015. Liga Super Indonesia 2015 akhirnya jadi bergulir sejak 4 April 2015 dengan nama resmi QNB League 2015 by ISL. Qatar National Bank menjadi sponsor utama untuk tiga musim ke depan dan menjadi salah satu hal baru dalam LSI 2015.

Sayang sekali, konflik Menpora-BOPI vs PSSI/PT Liga Indonesia masih terus berlanjut  dan cenderung kian memanas hingga melibatkan FIFA. Hal itu berawal dari keputusan Menpora melarang Arema Cronus dan Persebaya sebagai peserta liga dengan alasan yang tidak jelas benar salahnya. LSI 2015 pun untuk sementara dihentikan, rencananya hingga usainya Kongres PSSI 18 April 2015. Maka lanjutan LSI 2015 pun kini tanpa kepastian, setelah peserta liga rata-rata telah melakoni dua laga. Penghentian sementara kompetisi akibat faktor nonteknis pun menjadi salah satu hal baru. 

Sejumlah Hal Baru di LSI 2015

Liga Super Indonesia (LSI) 2015 yang semula dijadwalkan dimulai 20 Februari 2015 telah ditunda oleh Menpora Imam Nahrawi, berdasarkan rekomendasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dan Tim Sembilan bentukan Menpora. Hal itu memang mengecewakan banyak pihak, namun sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh elemen untuk memperbaiki diri, baik itu PSSI, PT Liga Indonesia, maupun tim-tim peserta LSI.

Jika tiada aral gendala lagi, LSI 2015 bakal digelar sejak 4 April 2015. Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tahun ini diikuti oleh 18 tim yang tersebar di Sumatra (2), Jawa (7), Bali (1), Kalimantan (4), Sulawesi (1), dan Papua (3). Persik Kediri dan Persiwa Wamena dicoret PT Liga Indonesia karena tidak memenuhi syarat finansial. Sejumlah tim lainnya yang memiliki masalah keuangan tetap mendapat lisensi berlaga di liga paling atas. Selanjutnya kita akan membahas beberapa hal baru dalam LSI 2015.

Yang pertama, kompetisi berlangsung dalam satu wilayah. Seluruh 18 tim peserta akan melakoni 34 laga dalam semusim. Hal ini berbeda dengan LSI 2014 yang terdiri dari 22 tim dan dibagi dalam dua grup. Musim lalu, Persib menjadi juara dengan mengalahkan Persipura, setelah melewati perjalanan panjang : penyisihan grup, delapan besar, semifinal, hingga final di Palembang.

persib-dan-semen-padang-di-laga-perdana-isl-2015_663_382 (1)

Juara Divisi Utama 2014, Pusamania Borneo FC, menjadi satu-satunya pendatang baru di LSI tahun ini. PBFC menjadi peserta Divisi Utama setelah mengakuisisi Perseba Super Bangkalan. Sebenarnya PBFC promosi bersama Persiwa, tim yang akhirnya dieliminasi PT LI, sehingga batal berlaga di LSI 2015.

Mulai tahun 2015, pencinta sepak bola di Bali dapat menyaksikan langsung LSI, setelah Persisam Putra Samarinda hijrah dari Samarinda dan berganti nama menjadi  Bali United Pusam. Tim dengan nama baru itu bermarkas di Stadion Dipta Kabupaten Gianyar.

Yang menarik ditunggu adalah kiprah mantan pelatih timnas U-19 dan timnas senior Indonesia. Indra Sjafri, yang namanya menanjak ketika menangani timnas U-19, tahun ini menjadi pelatih Bali United. Alfred Riedl, yang terakhir membesut timnas senior di Piala AFF 2014, kini merupakan pelatih PSM Makassar. Selain Riedl (Austria), terdapat dua pelatih asing yang memulai petualangan barunya di Indonesia, yaitu : Scott Cooper (Mitra Kukar/Inggris) dan Osvaldo Lessa (Persipura/Brasil). Lessa sendiri tidak benar-benar baru karena sebelumnya pernah menjadi asisten Jacksen F Tiago, sebelum ditunjuk menjadi pelatih kepala Persipura.

Yang juga menarik dinanti adalah aksi para pemain muda mantan timnas Indonesia U-19 tahun 2013-2014. Evan Dimas, Ravi Murdianto, Maldini Pali, Yabes Roni, dan kawan-kawan akan menjalani debutnya sebagai pemain sepak bola profesional. Mereka beredar di sejumlah klub LSI, seperti : Persebaya, Mitra Kukar, Barito Putera, PSM, Persiba Balikpapan, dan Bali United.

Hal baru lainnya adalah pembatasan pemain asing. Klub peserta LSI 2015 hanya diperbolehkan memiliki maksimal tiga pemain asing. Musim kemarin, setiap klub masih diperkenankan mengontrak lima pemain asing, meski hanya boleh menurunkan empat orang di antaranya. Pembatasan tersebut membuat klub harus selektif dalam memilih pemain asing terbaik. Lalu dengan berkurangnya jumlah pemain asing, potensi pemain lokal bisa lebih terangkat ke permukaan. Apalagi klub peserta kompetisi Divisi Utama 2015 justru dilarang memakai pemain asing sama sekali.

arema vs persija_samsul vs ilham

LSI 2015 mencatat kembalinya dua orang pelatih dan sejumlah pemain ke klub yang pernah dibelanya. Pelatih Rahmad Darmawan kembali ke Persija dan Nilmaizar kembali ke Semen Padang. Sementara itu, Bambang Pamungkas, Ambrizal, M.Ilham, dan Greg Nwokolo kembali memperkuat Persija. Dedi Kusnandar juga kembali bermain untuk Persib, setelah beberapa musim memperkuat Pelita Jaya, Arema, dan Persebaya. Selain itu, ada pula pemain Indonesia yang pulang seusai semusim merantau di Liga Malaysia, yaitu Hamka Hamzah (PKNS FC ke PBFC) dan Patrich Wanggai (T-Team FC ke Sriwijaya FC).

Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi Belanda menjalani debutnya di LSI bersama Persija. Pemain yang pernah sekali memperkuat timnas Indonesia tersebut musim lalu bermain di Consodale Sapporo (Jepang). Beberapa pemain asing juga baru bermain di LSI, seperti trio Persija : Martin Vunk (Estonia), Yevgeni Kabayev (Rusia), dan  Alan Aciar (Argentina).

Dengan segala problema dan kekurangannya, semoga LSI 2015 dapat berlangsung baik dan lancar. Seiring dengan hal itu, mudah-mudahan nasib sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih apik pula di tahun 2015.

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No. 162 – April 2015.