Archive for the ‘Musik’ Category

h1

Album Terbaik Indonesia 2011

Januari 13, 2012

Melanjutkan kebiasaan sejak tahun 2008, kembali saya menyusun senarai album musik Indonesia yang saya dengar sepanjang 2011 -yang tidak banyak juga- dan layak menjadi yang terbaik. Maka jelas bahwa pilihan saya sangat subjektif lantaran alasannya adalah saya senang menyimak lagu-lagunya, lalu kata hati maupun benak saya bagus belaka, serta tentu saja dengan selera musik dan keterbatasan wawasan yang saya miliki.

Sebelum menyusun daftar tersebut, saya sudah lebih dahulu membaca 20 Album Terbaik Indonesia 2011 versi majalah Rolling Stone Indonesia (RSI). Hal itu memang agak di luar kebiasaaan. Ternyata ada banyak album dengan genre rock dan jazz yang mendominasinya. Tercatat hanya empat nama yang pernah saya dengar serta masuk dalam daftar saya, yaitu : Barry Likumahuwa Project (Generasi Synergy), Trisum (Five in One), Naif (Planet Cinta), dan Sheila on 7 (Berlayar). Selain itu saya cukup penasaran ingin mendengarkan Gugun Blues Shelters (Satu untuk Berbagi), LLW (Long Live Wisdom), dan Tohpati Bertiga (Riot). Album anyar GBS menarik karena mayoritas lirik lagunya dalam bahasa Indonesia. Bahkan RSI menjadikan singel ’Jangan Berkata dalam Hati’ sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia 2011. LLW (Lesmana Likumahuwa Winarta) adalah aksi kibordis senior Indra Lesmana bersama dua musisi muda berbakat, Barry Likumahuwa (bass) dan Sandy Winarta (drum). Sementara Tohpati Bertiga adalah proyek terbaru gitaris Tohpati bersama Indro Hardjodikoro (bass) dan Bowie (drum, anggota GBS). Saya pernah melihat aksi live mereka ketika bermain di Ngayogjazz 2011 yang berlangsung di halaman rumah pelukis sepuh Djoko Pekik. Tohpati terkesan lebih ngerock dan bermain cepat dalam aksinya tersebut.

Berikut ini daftar album pilihan saya di tahun 2011 yang disusun berdasarkan urutan abjad nama artis/albumnya belaka.

  1. A Tribute to KLa Project
Setelah pada 2010 KLa Project merilis album baru Exellentia, maka di tahun 2011 Lilo KLa menjadi produser album A Tribute to KLa Project. Sejumlah nama band kondang maupun penyanyi solo tenar turut mengisi album yang hanya dijual di minimarket terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia itu.
Mereka adalah Ungu, Maliq n D’Essentials, Kerispatih, RAN, The Upstairs, Ahmad Dhani, Vidi Aldiano, dan Pongki Barata. Ada pula nama yang relatif baru seperti Babas dan Violet. Nama terakhir merupakan trio vokalis sekaligus violis yang terdiri dari tiga perempuan muda yang cantik (Sherrin, Ava, Mia).
Meski tidak banyak yang memberi tafsir baru pada sejumlah hits KLa, namun setidaknya generasi muda saat ini bisa berkenalan dengan lagu-lagu pop berkualitas milik musisi Indonesia yang pernah sangat digemari di masa lalu.
Lagu favorit saya : Meski Tlah Jauh, Bahagia Tanpamu, Prasangka, Semoga, Tentang Kita, dll.
  1. Anggun : Echoes
Anggun tetap menunjukkan konsistensinya dalam bermusik dengan merilis album terbarunya di tahun 2011. Penyanyi internasional kebanggaan Indonesia tersebut belakangan tampak semakin eksis dengan kerap tampil menjadi bintang iklan berbagai produk di media cetak maupun elektornik. Lagu ’Berkilaulah’ merupakan lagu yang sangat inspiratif dan paling saya sukai.
Lagu favorit saya : Berkilaulah, Hanyalah Cinta, Silent Vow, Eternal, dll.
  1. Barry Likumahuwa Project : Generasi Synergy
Barry Likumahuwa adalah pemain bass muda yang permainannya disegani banyak musisi Indonesia. Bahkan seorang Fariz RM pun mengajaknya ketika di tahun 2011 sempat pentas di Jogja. Setelah di album sebelumnya, Barry tampil dengan namanya sendiri, maka kali ini ia beraksi bersama kelompoknya. Materi lagu dalam album ini asyik sekali di kuping, seolah terus memberi semangat, dan jelas tidak membosankan. Ada beberapa lagu dengan vokal, sementara selebihnya merupakan nomor instrumentalia.
Lagu favorit saya : Generasi Synergy, Twitter Jam, Heart Keeper, Saat Kau Milikku, Kappanya, dll.
  1. Gigi : Sweet 17
Tanpa terasa sebuah band bernama Gigi telah berusia 17 tahun. Setelah sempat bergonta-ganti personel, tampaknya kuartet Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy sudah menjadi komposisi band yang paling solid hingga hari ini.
Lagu favorit saya : Sahabat, Distorsi Manusia, Bunga Syurgawi, Mana Hati, Smoga Saja, dll.
  1. Jubing Kristianto : Kaki Langit
Yang paling menarik dari album terbaru Jubing yaitu adanya lagu anak-anak ’Gembira Berkumpul’ hasil karya Pak AT Mahmud yang pernah populer oleh Tasya tempo hari.
Lagu favorit saya : Wangi Hujan, Bengawan Solo, Gembira Berkumpul, Sarinande, Blackbird, dll.
  1. Komunitas Jazz Kemayoran : Compilation Chapter One
Terdapat 10 artis artis yang terlibat dalam album ini. Mereka adalah 416, D’Etudiant, Zarro, Laconiek, Sketsa, Beben Jazz, Soultrain, Earth, Zinnia, dan Vodka. Ada sejumlah lagu instrumentalia, sementara yang dengan vokal ada yang berlirik Inggris, Indonesia, maupun bahasa daerah (La La Laya dari Zarro).
Lagu favorit saya : Above The Sky, La La Laya, Alexa, Satu yang Pasti, Where Do We Go From Here, dll.
  1. Musikal Laskar Pelangi (Original Cast Recording)
Setelah sukses tampil di panggung, lagu-lagu dalam Musikal Laskar Pelangi hadir dalam sebuah album. Lagu ciptaan Erwin Gutawa dan Mira Lesmana ternyata tetap dapat dinikmati tanpa harus melihat pertunjukannya. Dira Sugandi dan Eka Deli yang sudah teruji kualitas vokalnya ditemani oleh penyanyi remaja bersuara emas seperti Cristoffer Nelwan atau Hilmi Faturrahman.
Lagu favorit saya : Anak Pelangi, Jari-jari Cantik, Sahabat Alam, Menanti Ayah Menanti Lintang, dll.
  1. Naif : Planet Cinta
Naif tampil dengan lagu-lagu yang sebenarnya semua layak menjadi hits. Meski jenis musiknya variatif, tapi tetap ada benang merah Naif-nya. Sayang sekali mereka nyaris tidak pernah tampil di televisi lagi. Kita pasti ingat bahwa mereka pernah sangat terkenal dengan lagu dan videoklip ‘Posesif’.
Singel ‘Karena Kamu Cuma Satu’ menjadi salah satu lagu terbaik dan videoklip terbaik versi majalah RSI. Oya, bagi para pendengar radio, Naif sepanjang bulan Januari 2011 akan bersiaran di I-Radio (Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, dan Makassar) setiap Selasa malam pukul 20.00 – 22.00 dalam acara ‘Naif Sabotase I-Radio’.
Lagu favorit saya : Karena Kamu Cuma Satu, Apa Adanya, Planet Cinta, Cuek, Berjalan di Bulan, Pemimpi, dll.
  1. Raisa
Raisa Andriana menjadi fenomena tersendiri akhir-akhir ini. Tidak hanya karena bersuara khas sebagai penyanyi, dia pun berparas sangat cantik dan berwaruga apik, maka layaklah jika sudah memiliki banyak penggemar. Asta Andoko (RAN), Ramadhan Handy, dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe) merupakan produser album solo pertama Raisa yang berjudul sama dengan namanya.
Lagu favorit saya : Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu), Could It Be, Inginku, Terjebak Nostalgia, dll.
  1. Sheila on 7 : Berlayar
Sheila on 7 ternyata masih tetap bertaji! Setelah pernah mengalami masa penuh kejayaan, lantas sempat rada tenggelam (meski sebenarnya tetap merilis album), Eross Candra dkk kembali menelurkan sejumlah hits lewat album terbarunya. Lagu-lagu seperti ’Hari Bersamanya’, ’Pasti Ku Bisa’, atau ’Hujan Turun’ terasa sangat akrab di telinga kita, seperti dahulu kita pernah menyukai ’Kita’, ’Dan’, ’Sephia’, ’Seberapa Pantas’, ’Berhenti Berharap’, ’Pejantan Tangguh’ dan masih banyak lagi hits mereka.
Lagu favorit saya : Pasti Ku Bisa, Hujan Turun, Hari Bersamanya, Berlayar Denganku, Bait Pertama, dll.
  1. Trisum : Five in One
Trio gitaris papan atas Indonesia : Dewa Budjana, Tohpati, dan Balawan menelurkan album keduanya. Echa Sumantri (drum) dan Indro Hardjodikoro (bass) mendukung sepenuhnya aksi mereka bertiga dalam Five in One. Ada sebuah lagu yang lucu, mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’.
Lagu favorit saya : Unyil, Love To Be Around You, Pulang, Rahwana, All U Can Eat, dll.
  1. Ubiet & Dian HP : Komposisi Delapan Cinta (Puisi : Nirwan Dewanto & Sritok Srengenge)
Komposisi Delapan Cinta merupakan musikalisasi pusi karya Nirwan Dewanto dan Sritok Srengenge oleh Dian HP dan Ubiet. Jika kebanyakan lagu hasil musikalisasi puisi lebih sering diiringi gitar akustik, maka selalu ada suara piano Dian HP yang mengirigi suara unik Ubiet dalam album yang sebagian materinya direkam di Bangun Jiwo Yogyakarta tersebut. Selebihnya ada suara akordeon, cello, flute, klarinet, biola, marimba, dan kontra bas yang memperindah lagu. Di antara lagu-lagu sendu nan syahdu, ada Kuintet (puisi Nirwan Dewanto) yang sangat energik dan menghibur. Setidaknya terdapat dua videoklip dari album ini yang pernah saya simak di Youtube.
Lagu favorit saya : Menulis Cinta, Kuintet, Penghujung Musim Hujan, Air, dll.
h1

Album Terbaik Indonesia 2010

Januari 31, 2011

Kendati sebenarnya tidak banyak album musik nasional yang saya dengar, namun tahun ini saya nekad kembali menyusun daftar album terbaik Indonesia tahun 2010. Pertimbangannya sederhana saja, saya menyukai sebagian besar materi album tersebut dan menurut indra dengar saya kualitasnya bagus. Saya percaya masih banyak album bagus lainnya dari para musisi Indonesia yang belum pernah saya dengar.

Yang menarik, ada banyak lagu daur ulang yang dibawakan oleh banyak artis. Selain terdapat dua album tribute untuk artis legendaris Indonesia, pencipta lagu Rinto Harahap dan biduan Broery Marantika, lantas ada pula Ten 2 Five yang merilis lagu-lagu daerah terkenal, maka dalam album Glenn, Afgan, Andien, Monita, Saba, dan Kahitna tercantum pula lagu-lagu yang dahulu pernah terkenal. Di luar daftar tersebutlah Nana Lee yang merilis album ‘Koes Plus in Bossanova’ dan Ridho Rhoma dan Sonet2 dengan album ‘OST Dawai 2 Asmara’.

Selain itu sejumlah penyanyi solo pun merilis ulang lagu lama, seperti : Denada (Sedang Ingin Bercinta – Dewa 19), Mirza Hakim alias Icha ‘Jikustik’ (Setahun Kemarin – Kahitna), Lala Karmelia (Satu Jam Saja – Asty Asmodiwati), Lala Suwages feat Joeniar Arif (Nada Kasih), Mytha/Adhareza (Seperti yang Kau Pinta – Chrisye), Once Mekel (Symphoni yang Indah – Bob Tutupoly), Nuke (Masih Ada – 2D), dan Wilson (Tersiksa Lagi – Chris Kayhatu). Tiga band pop-rock bahkan mendaur ulang lagu pop maupun dangdut, yaitu : J-Rocks (Madu dan Racun), T.R.I.A.D. (Pasrah), dan Tiket (Jatuh Bangun).

 

Berikut ini 20 album terbaik Indonesia versi diri saya.

01. Glenn Fredly : LovEvolution

Glenn Fredly mengajak Sandhy Sondhoro serta Endah (Endah ‘n Rhessa) bernyanyi bersama dalam lagu ’Let Say Love’. Ada enam lagu berbahasa Inggris dari total 14 lagu dalam album ini. Glenn merilis ulang lagu ’Karena Cinta’ yang diciptakannya untuk finalis Indonesian Idol pertama dengan aransemen baru. Lagu favorit : Karena Cinta, Pelangi, Aku dan Sepedaku, Lovevolution, Let Say Love, Nyali Terakhir, Timur, Brown Eyes Girl, How Can I, dll.

02. KLa Project : Exellentia

Setelah vakum sekian tahun, trio Katon-Lilo-Adi kembali membuat album penuh dengan 10 lagu anyar. Tahun 2008 mereka sempat merilis KLa Returns yang berisi dua lagu baru dan dua lagu lama. Sierra Sutedjo yang sudah sering tampil dalam live performance KLa diajak berduet dalam lagu ‘Kau Pulihkan Luka’. Lagu favorit : Cinta (Bukan) Hanya Kata, Hidup adalah Pilihan, Kau Pulihkan Luka, Tak Ingin Kuberalih, Hilang Separuh Arti, dll.

03.Maliq n d’Essentials : The Beginning of A Beautiful Life

Angga dkk membuktikan dirinya sebagai grup band Indonesia terdepan dalam aliran musik yang dibawakannya. Terdapat tujuh lagu dengan tiga lagu di antaranya berbahasa Inggris dalam album yang kemasannya sangat unik ini. Lagu favorit : Beautiful Life, Maybe You,Terlalu, Penasaran, Berbeda, Menari, dll.

04. Tohpati Ethnomission : Save The Planet

Selain Tohpati pada gitar, grup ini juga berpersonil Indro Hardjodikoro (bas), Endang Ramdhan (kendang), Diki Suwarjiki (suling tradisional), dan Demas Narawangsa (drum). Terdapat 11 lagu instrumentalia dalam album yang bertemakan kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup ini. Lagu favorit : Save The Planet, Rain Forest, Lets The Birds Sing, dll.

05. Andien : Kirana

Andien merilis ulang tiga lagu yang pernah kondang di masa silam, yaitu : Gemilang (Krakatau), Keraguan (Trie Utami), dan Bimbi (The Rollies). Indra Lesmana yang pernah menjadi produser musik album Andien sebelumnya ikut bermain di bagian solo synthesizer pada lagu Keraguan. Lagu favorit : Moving On, Gemilang, Keraguan, Pulang, Kirana, Bimbi, dll.

06. Sandhy Sondoro

Hanya dua lagu yang berbahasa Indonesia, sementara sisanya berbahasa Inggris. Konon Sandhy pernah mengajak seorang musisi Indonesia yang lama bermukim di Jerman untuk menggarap albumnya, namun musisi itu menolaknya karena menganggap sebelah mata kualitas Sandhy. Lagu favorit : Salamanja, Bunga Mimpi, End of The Rainbow, That’s The Way, Superstar, dll.

07. The Masterpiece of Rinto Harahap With Tohpati

Artis-artis yang terlibat dalam album penghormatan ini, yaitu : Ello, Maia, Andy rif, Astrid, Rio Febrian, The Changcuters, Pinkan Mambo, Pasto, Terry, Yovie & Nuno, Nindy, dan Aci (putri bungsu Rinto Harahap). Tohpati, sang gitaris andal menjadi music director album yang didominasi oleh penyanyi muda ini. Lagu favorit : Seindah Rembulan, Benci Tapi Rindu, Tangan Tak Sampai, dll.

08. BIP : Berangkat

Mendengarkan single pertama ‘Pelangi dan Matahari’ seperti mendengarkan kembali single Maafkan’ dari album pertama Slank saat masih diperkuat oleh trio Bongky-Indra-Pay yang kini menjadi anggota skuad BIP bersama Ipank dan Jaka. Jika dugaan saya benar, lagu ‘Mane Mane Boleh’ adalah lagu lama milik Benyamin S, sang legenda seni Betawi. Asyik banget tuh lagu, coy… Lagu favorit : Pelangi dan Matahari, Struggle, Seluk Beluk Hatimu, Mane Mane Boleh, Cinta Tanpa Mata, dll.

09. Afgan : The One

Bebi Romeo tampaknya memang hitsmaker bagi Afgan. Dalam album kedua ini terdapat setidaknya tiga lagu karya vokalis/komposer grup Romeo yang sudah lama vakum itu. Afgan membawakan kembali dua lagu lawas, yaitu : Panah Asmara (Chrisye) dan Seputih Kasih (Dian Pramana Poetra). Lagu favorit : Bukan Cinta Biasa, Wajahmu Mengalihkan Duniaku, Bawalah Cintaku, Panah Asmara, dll.

10. Saba : Hidup Ini Indah

Saba merupakan grup vokal yang terdiri dari empat bersaudara yang lebih dulu eksis dengan grupnya masing-masing, yaitu : Carlo (Kahitna), Martin (KSP), Denny (ME/Denny&Didan), dan Ivan (R42). Paling tidak terdapat lima lagu daur ulang, seperti : Inikah Cinta (ME), Selamanya (Ruth Sahanaya), dan Permaisuriku (Kahitna). Saba featuring Barry Likumahuwa dalam lagu ‘Hip-hip Hura’. Lagu favorit : Inikah Cinta, Selamanya, Hidup Ini Indah, Hip-hip Hura, dll.

11. Yovie & Nuno : Winning Eleven

Grup band alter ego Yovie Widianto selain Kahitna ini kembali menghadirkan sejumlah lagu yang potensial menjadi hits seluruhnya. Lagu favorit : Tak Setampan Romeo, Manusia Biasa, Merindu Lagi, Cerita untuk Dunia, dll.

12. Kulkul : Welcome to Bali

Grup yang mengusung fusion jazz dan musik Bali, digawangi oleh Demas Narawangsa (drums),  Didiet (violin),  Awan (bass), RM Aditya (keyboard), Faisar Fasya (guitar), Ketut Budiyasa (Kendang, Suling, Cengceng Kopyak, Kulkul, Gangsa Pemade), Wayan Sudarsana (Gangsa Kantilan, Cengceng Kopyak, Kulkul), Wayan Sudiarta (Gangsa Kantinlan,Cengceng, Cengceng Kopyak, Kulkul) dan Kadek Setyawan (Gangsa Pemade, Cengceng Kopyak, Kulkul) merupakan salah satu kelompok jazz yang cukup lama malang melintang di dunia panggung jazz Indonesia.

Yang khas dari Kulkul adalah suara violin Didit dan gamelan Bali yang mengiringi sebagian besar lagunya. Hampir semua lagunya sangat beraroma pulau dewata yang eksotis. Balawan, gitaris fenomenal asal Bali ikut bermain dalam lagu ‘Mecandan’ sebagai bintang tamu. Lagu favorit : Datanglah, Uluwatu, Welcome to Bali, Chandra, Mecandan, dll.

13. Tompi : Tak Pernah Setengah Hati

Sebuah single terbaru dari penyanyi/musisi yang sekaligus seorang dokter itu dijadikan sebagai lagu tema salah satu produk seluler yang dibintangi oleh Nikita Willy dan sering nongol di layar kaca. Lagu favorit : Aku jatuh Cinta, Bukan Pacarmu, Tak Pernah Setengah Hati, dll.

14. Soulvibe : Antartika

Lagu favorit : Antartika, Dan Bila, Lil Bit, Sungguh, Berlian, dll.

15. Lucky : Sings Broery’s

Lagu favorit : Aku Jatuh Cinta, Angin Malam, Biarkan Bulan Bicara, dll.

16. ESQI:EF (Syaharani & The Queenfireworks) : Anytime

Lagu favorit : Kiranya, Sayang, Anytime, Picnic to The Sky, dll.

17. Abdul and The Coffee Theory : Love Theory

Lagu favorit : Aku Suka Caramu, Happy Ending, Memutar Waktu, dll.

18. Monita : Dream Hope Faith

Indra Lesmana menjadi produser musik mantan finalis Indonesian Idol yang cantik ini. Monita merilis sebuah lagu evergreenOver The Rainbow” dalam album solo terbarunya. Lagu favorit : Kisah yang Indah, Ingatlah, Over The Rainbow, dll.

19. Kahitna : Lebih dari Sekedar Cantik

Walaupun usia mayoritas personelnya telah berkepala empat, namun Kahitna tetap awet muda, baik penampilannya maupun lagu-lagunya. Tiga lagu karya Yovie yang pernah terkenal dibawakan kembali oleh Kahitna, yaitu : Untukku (Chrisye), Menanti (Dea Mirella), dan Bintang (Lingua). Lagu favorit : Untukku, Lebih dari Sekedar Cantik, Mantan Terindah, dll.

20. Ten 2 Five : I Love Indonesia

Ten 2 Five menyajikan delapan lagu daerah yang sudah dikenal banyak orang plus sebuah lagu berjudul ‘Cintaku Pada-Nya (Shalawat)’ dengan aransemen khas band tersebut. Hanya sebagai orang Jawa saya merasa risih ada satu kata yang salah diucapkan oleh Imel dan sedikit mengurangi keindahan lagu Ilir-ilir yang sebenarnya telah diaransemen dengan asyik. Lagu favorit : Ilir-ilir, Kicir-kicir, Tokecang, Angin Mamiri, dll.

h1

Album Terbaik Indonesia 2009

Januari 6, 2010

Setelah setahun silam kubuat daftar album terbaik Indonesia tahun 2008, maka kini kucoba kembali membuatnya. Jujur saja, tidak banyak album musik lokal yang kudengarkan, apalagi yang kualitasnya jelas. Nah, dari yang sedikit itu jadilah sebuah versi berikut ini.

  1. OST Sang Pemimpi

  2. Anda : In Medio

  3. Balawan : See You Soon

  4. Indra Lesmana : Kembali Satu

  5. GIGI

  6. Maliq n d’Essentials : Mata, Hati, dan Telinga

  7. Sabila : Untuk Wanita

  8. Nidji : Let’s Play

  9. Netral : The Story of

  10. Letto : Lethologica

  11. Sherina : Gemini

  12. Gita Gutawa : Harmoni Cinta

  13. RAN : Friday

h1

Album Terbaik Indonesia 2008

Januari 7, 2009

Terinspirasi oleh apa yang dilakukan oleh Bung Denny Sakrie, pengamat musik nomor wahid di negeri ini, saya mencoba melakukan hal yang sama dengan versi yang -tentu saja- berbeda. Tapi karena keterbatasan pengetahuan saya, maka tidak ada pembahasan khusus untuk masing-masing album yang masuk daftar. Secara garis besarnya, saya sudah pernah mendengarkan sebagian besar lagu di dalam album tersebut, banyak yang saya sukai, dan menurut saya bagus. Sesederhana itu saja pertimbangannya.
Silakan bagi para pencinta musik Indonesia, jika akan membuat versi sendiri tentang album terbaik Indonesia.
Berhubung banyak album yang dirilis pada tahun 2007, tapi lagu-lagunya justru populer di tahun 2008, maka tertulis pula album terbaik Indonesia 2007 di bawah ini.

Album Terbaik Indonesia 2008
1. Sore : Ports of Lima
2. OST Laskar Pelangi
3. Tohpati : It’s Time
4. Dewi Lestari : Rectoverso
5. Sheila on 7 : Menentukan Arah
6. D’Masiv : Perubahan
7. Afgan : Confession No.1
8. Sabila : Langit ke 7
9. Mulan Jameela : Makhluk Tuhan Paling Sexy
10. Kerispatih : Tak Lekang Oleh Waktu
11. RAN : Ran for Yor Life
12. Jubing Kristianto : Hujan Fantasy

Album Terbaik Indonesia 2007
1. GIGI : Peace Love & Respect
2. Tompi : Playfull
3. Nidji : Top Up
4. Yovie & Nuno : The Special One
5. Andra & The Backbone
6. Erwin Gutawa Rockestra
7. Gita Gutawa : Kembang Perawan
8. Letto : Don’t Make Me Sad
9. D’Cinnamons : Good Morning
10. Glenn Fredly : Happy Sunday
11. Krishna New Spectrum : Light from Heaven
12. J Rocks : Spirit

# Setelah kubuat daftar ini ternyata kutemukan bahwa masih ada beberapa album keren lainnya,  seperti : Padi (TakHanya Diam), Drive (Esok Lebih Baik dan Kita Untuk Selamanya), dan Opick (Cahaya Hati).

h1

Pengaruh Coldplay dan Muse dalam Lagu Indonesia

Oktober 30, 2007

Pencinta musik pasti tahu begitu besar pengaruh Coldplay dan Muse dalam perkembangan musik di dunia, termasuk di Indonesia. Selama ini ada Nidji yang sering dijuluki sebagai ‘Coldplay Indonesia’ karena besarnya pengaruh Coldplay dalam album pertamanya. Mereka sendiri mengaku lebih terpengaruh pada ‘britpop’ pada umumnya dan tak sekadar Coldplay, meski lagu-lagu seperti : Child, Sudah, Hapus Aku, atau Bila Aku Jatuh Cinta sangat beraroma Coldplay. Kalau pengikut Muse di Indonesia namanya Taboo dengan vokalisnya Arie Untung, tapi entah masih ada atau tidak band ini.

Sebenarnya masih banyak lagi lagu Indonesia yang terinfeksi ‘racun’ Coldplay dan Muse. Inilah beberapa di antaranya :

Coldplay’s influence :

Kosong(Dewa), Merindukanmu(Minoru), Manja(ADA Band), Surga Menangis(Katon B),Tak Pantas Untukmu(Jikustik), Aku Harus Pergi(Ari Lasso,cipt:Pay/Sandy/Ari,arr:Pay), Ijinkan Aku Menyayangimu(Iwan Fals,cipt:Rieka,arr: Erwin Gutawa), Tentang Kita(Channel), Andai Ku Tahu(Ungu), Rasa Ini(The Titans), Bersama Bintang(Drive), Bunga di Malam Itu(Letto).

Muse’s influence :

Patah Hati(Ari Lasso,cipt:Maysal/Ari,arr:Denny Chasmala), Cinta Gila(Dewa), Dealova(Once,cipt:Opick,arr:Addie MS), Irhamna dan Takdir(Opick,arr:Dede Kumala), Kamu Kamulah Surgaku(Ahmad Dhani & The Rock).

Tidak tertutup kemungkinan bahwa para musisi Indonesia tersebut bukannya terpengaruh oleh Coldplay dan Muse, melainkan justru ada kesamaan referensi dengan kedua grup musik tersebut. Muse sendiri konon banyak terinspirasi oleh Radiohead. Mohon maaf jika ada yang keberatan dengan opini ini. Jika ada yang ingin mengoreksi hasil pengamatan bodoh seorang pencinta musik ini, silakan saja. Terima kasih atas perhatiannya.

(95 % tulisan ini pernah kupasang di milis musik_indonesia pada bulan Maret 2007)

h1

Dewiq – the hitsmaker

Oktober 22, 2007

Tentang seniman dan karyanya

Karya seorang seniman kadang jauh lebih populer ketimbang si penciptanya sendiri. Seperti itulah yang terjadi pada seorang Dewiq. Pencinta musik Indonesia mungkin banyak yang sudah mengenal judul lagu-lagu berikut ini. Mulai dari Dunia Belum Berakhir(Shaden), Bukan Cinta Biasa(Siti Nurhaliza), Temui Aku(Audy), Setelah Kau Pergi(Bunga Citra Lestari-OST Dealova), Dosa Termanis dan Pencuri Hati(Tere), hingga Cinta di Ujung Jalan(Agnes Monica), Sunny(Bunga Citra Lestari), Jenuh(Rio Febrian), 50 Tahun(Warna), Bukan Permainan(Gita Gutawa), I Love You(Dewi Sandra), Masih Bisa Cinta(Iwan Fals), juga singel terbaru Once yang judulnya masih disayembarakan. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa penulis lagu tersebut adalah orang yang sama, yaitu Dewiq. Kalo tidak salah, singel pertama album debut Nina Tamam(Nanana…Aku Bahagia) dan singel kedua album debut Mike Mohede(Terbaik) pun hasil karyanya. Para pendatang baru dalam musik Indonesia pun masih mengandalkan lagu ciptaannya, seperti : Judika(Malaikat), Ussy(Klik), dan T2 yang terdiri dari duo jebolan AFI : Tiwi & Tika(OK).

Ternyata variatif sekali penyanyi yang membawakan lagu-lagu Dewiq dan dari beragam jenis musik pula. Padahal dulu seingatku Dewiq sendiri nyanyinya nge-blues dan kurang mendapat sambutan hangat. Tapi kini nama isteri gitaris Parlin Burman alias Pay ini mungkin tetap tidak sengetop lagu-lagunya, walaupun pasti populer sekali di mata penyanyi, musisi, dan produser musik di Indonesia. Lagu ciptaan Dewiq kini sudah menjadi jaminan bakal selalu menjadi hits. Pokoknya memang lagi laris banget yang namanya Dewiq. Bahkan sekarang salah satu produk sepeda motor telah menjadikan Dewiq sebagai model iklannya, pastinya sekaligus dengan jingle-nya pun hasil karyanya. Tapi nama Dewiq -bernama asli Cynthia Dewi Bayu Wardani- yang kalah populer ketimbang karyanya itu, jadi membedakannya dengan hitsmaker lainnya di Indonesia, seperti : Ahmad Dhani, Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Pongky Barata, dan Eross Chandra, yang karena popularitasnya kadang menjadi objek berita gosip.

Buat seorang seniman sejati, ketenaran diri mungkin memang bukan sesuatu yang penting. Bisa jadi Dewiq pun begitu. Yang penting baginya adalah terus berkarya selagi masih bernyawa sampai ajal tiba. Namun entahlah, apakah hal itu masih relevan di masa kini?