Kegagalan timnas SEA Games yang tidak hanya gagal lolos ke semifinal, tapi juga tidak mampu meraih kemenangan sekaligus menjadi juru kunci di grupnya, layak dikatakan sebagai kegagalan yang sempurna. Sebelumnya timnas U-19 telah gagal melaju ke putaran final Piala Asia junior dan timnas senior pun hampir pasti gagal bermain di Piala Asia 2011. Semua itu bukan semata-mata kegagalan timnas, melainkan kegagalan pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid selama sekian tahun terakhir. Timnas yang mestinya dibangun untuk meraih prestasi demi mengharumkan nama bangsa, semakin hari justru kian terpuruk nasibnya dan mempermalukan kita semua. Entah apa lagi yang akan dilakukan oleh pengurus PSSI nanti, sementara bukti kegagalan mereka sudah menjadi daftar yang sangat panjang.

Kebaikan dan Kebahagiaan
Desember 15, 2009Sesungguhnya hanya dua hal terpenting yang diinginkan manusia dalam hidupnya, yaitu kebaikan dan kebahagiaan. (pepatah lama)

Perempuan yang Wajahnya Mirip Aku
Desember 9, 2009Kendati tak kerap, rasanya pernah ada yang bilang aku mirip dengan siapa. Biasanya akulah yang jauh lebih sering menemukan kemiripan wajah orang-orang yang kulihat atau kukenal. Tapi baru sekali sepertinya kutemui perempuan yang wajahnya mirip aku. Jika kumiliki adik perempuan, bisa jadi begitulah sosoknya. Terasa aneh saja melihat senyuman yang sudah sangat kukenal ada di depan mata, bukan saat aku bercermin di depan kaca. Bahkan cara berdirinya yang rada bungkuk itu mirip aku sekali. Ketika dia berjalan melewatiku, tingginya ternyata hampir sama denganku. Andai ada kesempatan, akan kukatakan kepadanya, ”Aku seperti melihat diriku dalam dirimu. Tidakkah kau pun merasa begitu?”
9 Desember 2009
(sedikit catatan saat berada di keramaian sekian hari silam)

Masa Lalu sebagai Referensi
Desember 3, 2009Jadikan masa lalu sebagai referensi agar kita dapat memahami setiap derap perubahan serta berbagai akibat dari sebuah peristiwa dengan kacamata yang lebih bijaksana. Kita menjadi manusia yang tidak mudah memvonis dan menuding. Karena di setiap perilaku dan peristiwa manusia, selalu bisa ditemukan alasan maupun latar belakang yang mendasarinya.(Fariz RM)

Timnas SEA Games Perlu Keajaiban
Desember 1, 2009Timnas Indonesia U-23 akan segera berlaga di SEA Games XXV yang berlangsung di Laos. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Singapura, Laos, dan Myanmar. Sementara grup A terdiri dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Timor Leste.
Melihat persiapan timnas U-23 selama ini, rasanya tak mudah untuk menyembulkan optimisme bahwa medali perak SEA Games dapat diraih. Selain masalah internal, seperti : dana minimal, perekrutan pemain sarat konflik, dan pergantian pelatih di tengah jalan, hasil ujicoba yang telah dijalani pun selalu mengecewakan.
Apalagi jika melihat sejarah, sejak SEA Games 2001 berubah menjadi turnamen U-23, Indonesia belum pernah meraih medali apa pun. Padahal selain ditangani oleh pelatih berkualitas –Benny Dollo (2001), Serghei Dubrovin (2003), Peter Withe (2005), dan Ivan Kolev (2007)- yang cukup memahami sepak bola Indonesia, rasanya persiapan di masa lalu masih lebih bagus ketimbang saat ini. Dua tahun silam, Kolev -yang cukup sukses bersama timnas senior di Piala Asia 2007- sempat membawa Eka Ramdani dkk beruji coba dengan tim-tim junior Argentina, tapi hasilnya ke semifinal saja gagal.
Dengan persiapan yang penuh keterbatasan, pelatih Alberto Bica asal Uruguay harus menjadi tukang sulap lebih dahulu agar target untuk tim asuhannya terpenuhi. Kita hanya dapat berharap Yongky Aribowo dkk mampu tampil luar biasa dan diiringi keajaiban untuk minimal lolos ke semifinal. Semoga Boaz Solossa juga tampil fit, mampu segera menyatu dengan rekan-rekannya serta memberikan kontribusi positif bagi kemenangan timnas.
Skuad timnas Indonesia di SEA Games Laos
Kiper : Frenky Irawan dan M.Ridwan; Bek : Rendi Siregar, Elvis Nelson, Rahmat Latif, Djayusman Triasdi, Yudi Khoerudin, Ruben Karel, dan Stevie Bonsapia; Gelandang : Mahadirga Lasut, Nasution Karubaba, Egi Melgiansyah, Sultan Samma, M.Fauzan Djamal, Lucky Wahyu, Johan Juansyah, dan Tony Sucipto; Striker : Boaz Solossa, Andika Yudistira, Yongki Aribowo, Dendi Santoso, dan Engel Berth.

Sebab Korupsi Sulit Diberantas
Desember 1, 2009Salah satu sebab korupsi sulit diberantas hingga tuntas karena sifat hedonisme, konsumerisme, ketamakan, dan krisis moral yang melanda lembaga-lembaga negara di Indonesia. (Frans Hendra Winarta)

Alasan Sesungguhnya (2) : Takut Kuwalat
November 27, 2009Aparat penegak hukum bukannya menganakemaskan pengusaha yang namanya sama dengan sepupu Anoman itu, melainkan mereka mungkin kadung menganggapnya bagaikan bapak mereka sendiri. Bapak yang membelikan mobil baru, membayari liburan ke luar negeri, atau sekadar mentraktir mereka masakan lezat dari restoran mewah. Jadi apa saja yang dia minta, mereka menurut saja seakan-akan mematuhi apa kata orang tuanya. Ketika bapak mereka tersandung masalah, jelas mereka berupaya keras menyelamatkannya. Mereka tak berani melakukan apa yang khalayak ramai inginkan, karena rupanya mereka takut kuwalat kepada si bapak yang baik hati. Mereka lupa, mestinya mereka berbakti semata kepada ibu pertiwi serta membela kebenaran dan keadilan.
25 November 2009

Karya Sastra dan Makna Peristiwa
November 24, 2009Karya sastra tidak hanya berkisah tentang manusia, tingkah lakunya atau tentang tempat, tapi juga merenung tentang makna sebuah peristiwa, tentang akibat tingkah laku manusia. (Ismet Fanany)

Nomor Unik di 100 Terbaik
November 18, 2009Prakata :
Majalah FourFourTwo merilis 100 Pemain Terbaik Dunia dalam edisi November 2009 yang telah terbit bulan lalu. Program tersebut sudah dilangsungkan sejak dua tahun lalu. Memang bukan sesuatu yang sederhana, karena pihak lain biasanya hanya menampilkan 5 besar atau 10 besar. Di sini saya sebatas menampilkan 10 besar pemain terbaik dunia versi FourFourTwo, yaitu :
1.) Lionel Messi, 2.) Cristiano Ronaldo, 3.) Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, 5.) David Villa, 6.) Fernando Torres, 7.) Steven Gerrrard, 8.) Kaka, 9.) Samuel Eto’o, 10.) Wayne Rooney.
Tulisan di bawah ini -versi asli- merupakan hasil pengamatan saya terhadap 100 Pemain Terbaik Dunia versi FFT, yang dimuat dalam majalah FourFourTwo Indonesia edisi Desember 2009. Terima kasih untuk redaktur majalah tersebut atas perhatiannya.
Pertama, salut bagi FourFourTwo yang kembali menampilkan daftar 100 Pemain Terbaik Dunia. Sebuah kerja keras yang patut mendapatkan apresiasi. Barangkali pada umumnya kita sepakat dengan posisi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai dua yang terbaik. Namun untuk urutan berikutnya tampak layak menjadi bahan perdebatan kita. Dan hal itu pasti terjadi dalam penyusunan daftar apa saja, karena setiap pilihan selalu bersifat relatif.
Saya sekadar ingin menyoroti hal menarik yang terjadi pada pemain dengan peringkat atau nomor urut 8 (Kaka), 9 (Samuel Eto’o), dan 10 (Wayne Rooney). Sungguh unik bahwa posisi mereka bertiga ternyata sama persis dengan nomor kostum masing-masing pada musim 2009/10 ini. Kaka adalah pemain nomor 8 Real Madrid, Samuel Eto’o mengenakan nomor 9 di Inter Milan dan timnas Kamerun (juga sebelumnya di Barcelona), sementara Wayne Rooney pemakai kostum nomor 10 Manchester United dan timnas Inggris. Bisa jadi hal yang bersifat kebetulan tersebut hanya terjadi sekali ini dan tak bakal terulang lagi.
Tanggapan redaktur FFT Indonesia :
Hai Satya, untuk posisi tiga pemain yang kamu sebut paling akhir, kami memang sengaja kok. Eh tidak, kami bercanda. Jujur, kamu lebih teliti dari kami soal nomor-nomor punggung tersebut.


